Riset Counterpoint: Oppo Salip Vivo Sebagai Brand HP Terlaris di Indonesia
·waktu baca 3 menit

Oppo nampaknya akan senang dengan hasil laporan lembaga riset Counterpoint Research pada kuartal III 2021 kali ini. Disebutkan dalam laporan itu, Oppo berada di posisi nomor satu brand handphone (HP) paling laris di Indonesia dan mengalahkan Vivo.
Laporan yang bertajuk Counterpoint Research’s Monthly Indonesia Channel Share Tracker itu, mencatat Oppo sebagai penguasa pasar dengan raihan 22 persen. Sementara, di peringkat dua ada Samsung dengan market share 19 persen.
Analis Riset Counterpoint, Paula Ruth, menjelaskan hampir semua lima brand smartphone teratas dalam daftar sedang menghadapi berbagai tingkat tantangan pengiriman. Oppo muncul sebagai pemimpin, karena tidak terpengaruh oleh krisis pasokan chip. Sementara, Samsung mampu bangkit secara bertahap dari masalah produksi terkait lockdown COVID-19 di Vietnam.
"Oppo muncul sebagai pemimpin dengan pangsa pasar 22 persen dan paling tidak terpengaruh oleh kekurangan pasokan chip selama kuartal tersebut. Kemudian, faktor lainnya adalah kembali naiknya produksi di pabrik Oppo di Indonesia," kata Ruth dalam keterangan resminya, Jumat (19/11).
Vivo menempati peringkat ketiga di laporan Counterpoint dengan market share 18 persen.
Data yang berbeda ditunjukan dalam laporan Canalys yang menempatkan Vivo sebagai raja HP di Indonesia dengan penguasaan pasar 23 persen.
Sementara, peringkat Xiaomi turun di Q3 2021 dibandingkan kuartal sebelumnya, akibat dampak kekurangan pasokan komponen. Meningkatnya biaya komponen memaksa Xiaomi untuk menaikkan harga pada empat model, yaitu: Xiaomi Redmi 9A, Xiaomi Redmi 9C, Poco M3 Pro 5G dan Xiaomi Redmi Note 10 5G di pertengahan Oktober lalu.
Menutup daftar teratas, ada Realme yang masih nyaman berada di peringkat lima dengan pangsa pasar 12 persen. Market share lainya sebesar 11 persen dihuni oleh vendor HP lainnya, seperti Asus, Huawei, Infinix dan lainnya.
Metode analisa yang dilakukan Counterpoint menggunakan data sell out shipment, di mana data dihitung berdasarkan jumlah unit ponsel yang dijual ke end user atau pengguna yang membeli produk tersebut.
Beda dengan Canalys yang menganalisa peta persaingan brand smartphone di Indonesia dengan menggunakan data sell in shipment. Data dihitung berdasarkan unit smartphone yang sudah dikapalkan atau dijual ke pihak distributor dan retail atau toko.
Beratnya industri smartphone di Indonesia
Counterpoint mencatat secara keseluruhan pada kuartal III 2021, industri smartphone di Indonesia mengalami penurunan pengiriman unit sebesar 6 persen YoY (year-over-year) yang disebabkan oleh peningkatan infeksi COVID-19. Kekurangan komponen global yang sedang berlangsung juga berpengaruh.
Prospek pertumbuhan industri smartphone Indonesia dalam waktu dekat akan dipengaruhi oleh ketidakpastian pasokan.
- Paula Ruth, Analis Riset Counterpoint
Ruth menambahkan kontribusi smartphone 5G terhadap total pengiriman ponsel melonjak dari 7 persen di Q2 2021 menjadi 14 persen di Q3 2021. Ke depannya, permintaan HP 5G diprediksi akan terus meningkat seiring dengan upaya operator seluler untuk memperluas jangkauan 5G di Indonesia.
Sementara penjualan online dari total pengiriman tidak banyak berubah selama dua bulan pertama pada kuartal III 2021, festival belanja online pada bulan September, seperti 9.9, memberikan dorongan pada penjualan HP. Pengiriman online menyumbang 16 persen dari total pengiriman pada Q3 2021. Proporsi ini kemungkinan akan meningkat menjadi sekitar 20 persen pada akhir tahun ini.
