Kumparan Logo

Riset IDC: Samsung Masih Raja HP di Indonesia, Oppo Runner-up

kumparanTECHverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi Samsung. Foto: Jung Yeon-je/AFP
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Samsung. Foto: Jung Yeon-je/AFP

Lembaga riset International Data Corporation (IDC) meluncurkan laporan baru soal kondisi pasar handphone (HP) di Indonesia pada kuartal kedua 2023. Laporannya juga mengungkap lima merek smartphone terbesar di Indonesia.

Hasil riset IDC untuk periode Q2 2023 sedikit berbeda dengan data yang dimiliki lembaga lain, seperti Canalys dan Counterpoint. Jika keduanya kompak menunjuk Oppo sebagai raja di pasar HP Indonesia, maka data IDC memperlihatkan Samsung masih menjadi juaranya.

Samsung, menurut IDC, masih menjadi brand smartphone terbesar di Indonesia dengan pangsa pasar 20,8 persen. Vendor asal Korea Selatan itu mengapalkan sebanyak 1,9 juta unit selama kuartal kedua 2023.

Sementara itu, Oppo berada di posisi kedua. Pangsa pasarnya 17,6 persen dengan pengiriman HP 1,6 juta unit.

Detailnya bisa dilihat di bawah ini, lengkap dengan perbandingan perbandingan di kuartal yang sama tahun lalu.

5 Brand HP terbesar di pasar Indonesia selama Q2 2023. Foto: IDC

Tidak ada Realme dalam daftar tersebut. Posisi kelima yang mereka tempati pada kuartal pertama 2023 kini diisi oleh Transsion, induk dari Infinix, Tecno, dan Itel.

Transsion merupakan induk dari Infinix, Tecno, dan Itel. Mereka secara bersama-sama menguasai pangsa pasar HP di Indonesia pada Q2 2023 sebesar 13,4 persen, dengan total pengiriman 1,2 juta unit.

Pasar HP di Indonesia Turun 6,3%

Kondisi pasar smartphone di Indonesia kembali lesu, mengalami penurunan selama delapan kuartal secara berturut-turut. IDC mencatat penurunan di Q2 2023 mencapai 6,3 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Meski begitu, pasar HP Indonesia secara musiman disebutnya tumbuh 13,8 persen daripada kuartal sebelumnya. Pengapalan HP per kuartal naik menjadi 8,9 juta unit.

Pedagang ponsel di ITC Roxy Mas, Jakarta. Foto: Bianda Ludwianto/kumparan

IDC melihat ada pertumbuhan di segmen HP entry level, karena sebagian besar vendor meningkatkan pengiriman di sektor ini. Hasilnya, pangsa pasar smartphone 4G menjadi 86 persen, naik dari 82 persen pada kuartal sebelumnya, sementara HP 5G turun untuk pertama kalinya sejak 2020 sebesar 4,3 persen dibandingkan tahun lalu.

Adopsi smartphone 5G berjalan lambat karena adanya tantangan baik dari sisi permintaan maupun pasokan. Pangsa HP 5G masih sangat kecil dibandingkan HP 4G.

- Vanessa Aurelia, Associate Market Analyst di IDC Indonesia -

"Meski harganya lebih terjangkau, perangkat 4G sering kali memiliki spesifikasi yang jauh lebih baik dengan harga serupa. Karena konektivitas 5G masih terbatas di area tertentu saja, fitur 5G belum cukup memberikan daya tarik bagi calon konsumen baru," tambahnya dalam pernyataan resmi, Selasa (5/9).

Smartphone premium dengan harga tinggi di atas Rp 9 jutaan juga disebut IDC mengalami pertumbuhan tahunan 71 persen. Segmen ini dikuasai oleh Samsung dan Apple.