Riset: Kecepatan Internet 4G di Sorong dan Kupang Kalahkan Jakarta

Perusahaan analisis jaringan internet, OpenSignal kembali mengeluarkan riset terbaru tentang kecepatan download dan upload untuk jaringan seluler di 44 kota besar di Indonesia. Salah satu hasil laporan tersebut, menyebutkan kecepatan download di kota Sorong, Papua, mampu mengalahkan ibukota Jakarta.
Riset OpenSignal mencatat kecepatan download di kota Sorong mencapai 19,2 Mbps dan menduduki peringkat nomor satu dari 44 kota yang masuk dalam daftar. Di posisi dua, ada kota Ambon dengan kecepatan download 17,9 Mbps. Di belakangnya, ditempati kota Jayapura yang memiliki kecepatan 17,3 Mbps.
Bagaimana dengan Jakarta? Posisi ibukota Indonesia itu berada di peringkat 28 dalam daftar dengan kecepatan download rata-rata mencapai 10,2 Mbps, meningkat 2,4 Mbps atau 31 persen sejak analisis tahun lalu. Meski begitu, kecepatan download kota Jakarta masih di atas kecepatan tingkat nasional yang hanya 9,8 Mbps.
"Kami juga melihat adanya peningkatan signifikan dari segi pengalaman penggunaan perangkat seluler di tingkat nasional. Pengalaman Kecepatan Unduhan yang dirasakan oleh para pengguna kami dalam periode waktu yang sama dengan analisis tingkat kota terbaru kami mencapai 9,8 Mbps (meningkat dari jumlah sebelumnya yang sebesar 6.9 Mbps)," tulis riset OpenSignal.
Dalam riset ini juga melaporkan kota yang memiliki kecepatan upload terbaik adalah kota Kupang yang berada di peringkat satu dengan kecepatan 8,3 Mbps. Di posisi dua dan tiga ditempati Palangka Raya (7,1 Mbps) dan Balikpapan (7,0 Mbps).
Sementara, Jakarta berada di posisi 32 dengan kecepatan upload 4,8 Mbps, sama seperti kota Bekasi. Angka tersebut masih berada sedikit di atas kecepatan upload tingkat nasional yaitu 4,5 Mbps.
Ada ketimpangan kecepatan
Dari riset OpenSignal dijabarkan terdapat ketimpangan kecepatan download dan upload antara wilayah perkotaan dan pedesaan. Riset itu menemukan setidaknya masih ada sejumlah kota yang kecepatan download dan upload-nya yang masih berada di bawah rata-rata kecepatan nasional.
OpenSignal mencatat, ada 10 kota di Indonesia yang kecepatan download internet-nya belum di atas rata-rata kecepatan nasional, sementara untuk kecepatan upload masih ada ada 6 kota.
"Meskipun jaringan 4G dapat diakses oleh hampir semua orang, kontras antara rata-rata nasional untuk kecepatan di Indonesia dan kecepatan di sejumlah kota tertentu menunjukkan adanya ketimpangan konektivitas yang ada di antara wilayah pedesaan dengan penduduk jarang dan kota-kota yang padat penduduk," jelas OpenSignal.
Lebih lanjut dijelaskan, jika ketimpangan terus terjadi, akan menjadi penghambat untuk mempercepat pergerakan ekonomi digital di Indonesia. Hal ini menjadi tantangan bagi operator seluler untuk menyediakan pengalaman jaringan yang seragam di seluruh wilayah Indonesia.
Pemerintah Indonesia memang telah menyelesaikan proyek Palapa Ring, yaitu proyek infrastruktur fiber optik untuk internet berkecepatan tinggi mulai dari ujung Indonesia Barat hingga ujung Indonesia Timur. Namun, menurut OpenSignal, hal itu belum menjamin akan ada pemerataan ketersediaan jaringan internet.
