Kumparan Logo

Robot Superman Unitree Kalahkan Rekor Manusia, Lari Kencang & Loncat 2 Meter

kumparanTECHverified-green

ยทwaktu baca 4 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Robot terbaru buatan Unitree Robotics asal China, yang disebut Superman, mampu melakukan lompat secara vertikal setinggi 2 meter.
zoom-in-whitePerbesar
Robot terbaru buatan Unitree Robotics asal China, yang disebut Superman, mampu melakukan lompat secara vertikal setinggi 2 meter.

Startup Unitree Robotics asal China meluncurkan robot humanoid baru dengan kemampuan superman, yang bisa lakukan lompatan vertikal setinggi 2 meter, dan lari kencang 12,66 meter per detik, melampaui rekor manusia dalam lompatan vertikal tertinggi dari posisi berdiri dan kecepatan berlari, meski ia hanya memiliki kaki sepanjang 0,85 meter.

Unitree mengembangkan robot yang sepenuhnya baru ini hanya dalam waktu tiga bulan. Perusahaan menyebut robot tersebut masih memiliki banyak ruang untuk penyempurnaan lebih lanjut dalam beberapa bulan mendatang.

Dalam video yang diunggah Unitree di YouTube, robot itu tersebut bisa mendarat dengan stabil setelah melompat vertikal setinggi 2 meter. Pencapaian ini menjadi langkah terbaru robot buatan Unitree dalam melewati batas kemampuan atletik manusia sepanjang tahun 2026.

Terkait dengan capaian berlari, robot humanoid H1 milik Unitree pada April 2026, telah mencatatkan rekor dunia dengan kecepatan lari 10 meter per detik, mendekati kecepatan puncak legenda lari cepat Usain Bolt.

Pada Agustus 2026 ini, robot "superhuman" terbaru Unitree berhasil melampaui kecepatan lari yang lebih jauh lagi, melampaui kemampuan manusia baik dari sisi kecepatan maupun daya lompat.

video youtube embed

Unitree Robotics turut mengungkapkan pada 12 Agustus lalu bahwa perusahaan telah memproduksi sekitar 18.000 unit robot humanoid hingga saat ini. Jumlah tersebut hanya mencakup robot humanoid berkaki dua bergaya bionik, tanpa menghitung jenis robot humanoid lain maupun model berbasis roda.

Uji Coba Ekstrem untuk Mengukur Batas Kemampuan Robot

Analis senior industri teknologi, Ma Jihua, menjelaskan kepada Global Times, bahwa uji performa ekstrem semacam ini pada dasarnya berfungsi sebagai "stress test" untuk mengukur koordinasi perangkat keras dan perangkat lunak robot.

Pengujian ini mendorong kemampuan robot dalam berlari, melompat, menghasilkan tenaga eksplosif, dan menjaga keseimbangan hingga batas maksimalnya, guna menentukan batas kemampuan sistem secara keseluruhan.

Direktur Jenderal Zhongguancun Modern Information Consumer Application Industry Technology Alliance, Xiang Ligang, menambahkan bahwa gerakan ekstrem semacam ini menuntut stabilitas dan koordinasi seluruh tubuh robot secara tinggi. Baik saat berlari kencang maupun melakukan lompatan setinggi 2 meter, robot harus mengoordinasikan banyak sendi secara real-time dan tetap stabil saat mendarat, tanpa kehilangan keseimbangan atau mengalami kerusakan.

Hal ini membutuhkan integrasi yang erat antara desain mekanik, sistem tenaga, dan algoritma kontrol berbasis kecerdasan buatan.

Xiang menilai, kemampuan menjaga stabilitas saat bergerak secara dinamis sangat penting untuk operasional robot di masa depan, terutama di lingkungan yang sulit diprediksi. Semakin lincah sebuah robot dan semakin baik kemampuannya menyesuaikan postur serta gerakan secara real-time, semakin besar pula peluangnya untuk beroperasi di medan sulit, situasi tanggap bencana, dan lingkungan berisiko tinggi lainnya.

Robot terbaru yang dijuluki Superman buatan Unitree Robotics asal China, dapat berlari kencang 12,66 meter per detik, melampaui rekor manusia.

Persaingan Global Kian Ketat, Robot Buatan China Kuasai Pasar

Ma Jihua menjelaskan bahwa kemajuan robot humanoid dicapai melalui terobosan teknologi yang berjalan secara bertahap. Menurutnya, satu rekor performa saja tidak serta-merta berarti seluruh tantangan aplikasi dunia nyata sudah terpecahkan. Namun, penyempurnaan kemampuan inti secara berkelanjutan pada akhirnya dapat diterjemahkan menjadi peningkatan performa yang lebih luas, sehingga membantu robot humanoid keluar dari sekadar demonstrasi laboratorium menuju aplikasi yang lebih kompleks dan praktis.

Berdasarkan data yang dirilis firma riset pasar asal California, Smart Analytics Global, pada 10 Agustus lalu, Unitree menempati peringkat kedua perusahaan robotik terbesar secara global pada paruh pertama 2026. Pengiriman robot perusahaan ini melonjak 170% secara tahunan, mencapai sekitar 5.900 unit, atau setara 31% dari pangsa pasar global.

Unitree Robotics sendiri telah resmi melantai di STAR Market, menjadikannya perusahaan robot humanoid pertama yang debut di pasar saham A-share China. Saham perusahaan ini dipatok pada harga 150,80 yuan (sekitar Rp58.700) per lembar, dengan hasil alokasi IPO yang telah diumumkan.

Data industri turut menunjukkan bahwa vendor asal China menguasai lebih dari 97% pengiriman robot humanoid global sepanjang paruh pertama 2026, di tengah persaingan teknologi robotik dunia yang semakin ketat, khususnya di tengah pembatasan teknologi Amerika Serikat yang menyasar China.