Kumparan Logo

Rusia Batasi Akses Twitter di Tengah Perang dengan Ukraina

kumparanTECHverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi Facebook dan Twitter. Foto: Thomas White/Reuters
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Facebook dan Twitter. Foto: Thomas White/Reuters

Rusia telah memblokir akses langsung ke Twitter. Langkah itu diambil untuk membatasi arus informasi di hari ketiga eskalasi invasi Rusia ke Ukraina.

The Verge mencatat, sejak Sabtu pagi, NetBlocks--kelompok pemantau internet--melihat kegagalan koneksi Twitter lewat sejumlah penyedia jasa Telekomunikasi seperti Rostelecom, MTS, Beeline, dan MegaFon. Meski dibatasi, orang Rusia masih dapat mengakses Twitter lewat sambungan VPN.

Belum jelas apa alasan pasti di balik pembatasan akses ini. Pembatasan akses Twitter ini terjadi setelah Rusia memblokir akses sebagian ke Facebook. Langkah ini diambil setelah Kremlin menganggap bahwa media sosial tersebut telah menyensor media Rusia dan melanggar "hak dan kebebasan warga negara Rusia."

“Kami menyadari bahwa Twitter sedang dibatasi untuk beberapa orang di Rusia dan sedang bekerja untuk menjaga layanan kami tetap aman dan dapat diakses,” tulis Twitter Support dalam posting-an di Twitter.

X post embed

Sementara itu, akses internet di Ukraina sendiri tetap aktif dan Twitter belum diblokir di negara itu sendiri. Beberapa analis telah menyuarakan keprihatinan bahwa pasukan Rusia dapat merebut infrastruktur telekomunikasi dan mengumumkan pemadaman internet di tengah konflik.

Sebelumnya, Twitter mengatakan pengguna di Rusia dan Ukraina tidak akan lagi melihat iklan. Ini merupakan upaya Twitter agar pengguna dapat melihat pesan keamanan publik tanpa gangguan.

Twitter juga menyebut bahwa pengguna tidak akan mendapatkan rekomendasi tweet dari akun yang tidak mereka follow, untuk membatasi penyebaran konten kekerasan.

Kebijakan blokir konten berita juga diterapkan oleh Rusia bagi media domestiknya. Reuters melaporkan bahwa pemerintah Rusia mengancam akan memblokir laporan yang dianggap sebagai "informasi palsu" mengenai operasi militernya di Ukraina, di mana artileri Rusia menghantam Kyiv dan membuat warga Ukraina perlu meringkuk di tempat penampungan.