Sah! Activision Blizzard Resmi Jadi Milik Microsoft, Dibeli Rp 1.000 T
·waktu baca 2 menit

Microsoft telah menyelesaikan proses akuisisi Activision Blizzard yang dibelinya seharga 69 miliar dolar AS atau sekitar Rp 1.083 triliun (kurs Rp 15.704,1) pada Jumat (13/10). Dengan ini, Activision Blizzard resmi menjadi milik Microsoft.
Pengambilalihan bisnis tersebut bisa dirampungkan setelah Microsoft mendapatkan lampu hijau dari regulator pasar di Inggris, Competition and Markets Authority. Ini menjadi kesepakatan terbesar dalam sejarah industri game dunia.
CEO Activision Blizzard, Bobby Kotick, menyatakan mundur dari jabatannya setelah kesepakatan akuisisi diumumkan. Pengunduran dirinya berlaku per akhir 2023.
"Saya sudah lama mengatakan bahwa saya berkomitmen penuh untuk membantu transisi," katanya, seperti dikutip BBC. "(Phil Spencer, CEO Microsoft Gaming, dan saya) sama-sama berharap dapat bekerja sama dalam integrasi yang lancar untuk tim dan pemain kami."
Microsoft mengumumkan pembelian Activision pada Januari 2022 lalu. Kesepakatan itu hampir batal karena mendapat banyak penolakan dari regulator dan kompetitor karena dapat mengancam persaingan sehat di industri game.
Spencer berusaha meyakinkan komunitas game bahwa kekhawatiran tersebut gak akan terjadi. Game favorit dari Activision, Blizzard, dan King (unit bisnis game mobile milik Activision Blizzard) disebutnya masih bisa dinikmati di platform non-Xbox pasca-akuisisi.
Baik Anda bermain di Xbox, PlayStation, Nintendo, PC, atau HP, Anda diterima di sini –dan akan tetap diterima, meskipun Xbox bukan tempat Anda memainkan waralaba favorit Anda.
- Phil Spencer, CEO Microsoft Gaming -
"Karena ketika semua orang bermain, kita semua menang. Kami yakin berita hari ini akan membuka banyak kemungkinan cara bermain yang lebih banyak," tulis Spencer dalam pernyataan resmi di situs resmi Xbox.
Spencer sendiri tak dapat menyembunyikan kebahagiaannya setelah perusahaan berhasil mengakuisisi pengembang game Call of Duty itu. Dia merasa luar biasa bisa setim dengan Activision Blizzard yang legendaris.
"Sebagai satu tim, kami akan belajar, berinovasi, dan terus memenuhi janji kami untuk menghadirkan kebahagiaan dan komunitas game kepada lebih banyak orang," ujarnya.
