Kumparan Logo

Saingi Go-Food, Grab Perluas GrabFood ke 26 Kota di Indonesia

kumparanTECHverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Perusahaan transportasi online, Grab. (Foto: Bianda Ludwianto/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Perusahaan transportasi online, Grab. (Foto: Bianda Ludwianto/kumparan)

Perusahaan transportasi online, Grab, sudah memiliki sejumlah rencana besar setelah mengakuisisi bisnis Uber di kawasan Asia Tenggara. Dari akuisisi yang diklaim terbesar yang pernah terjadi oleh perusahaan teknologi di Asia Tenggara ini, Grab ingin melakukan ekspansi untuk layanan di luar transportasi, salah satunya pesan-antar makanan GrabFood.

Di Indonesia, sebelumnya jumlah kota yang terjangkau layanan GrabFood baru di 9 kota saja. Namun, Managing Director Grab Indonesia Ridzki Kramadibrata mengungkapkan kini GrabFood sudah diperluas ke 26 kota setelah akuisisi.

"GrabFood saat ini dari 9 menjadi 26 kota (ketersediaan layanannya). Akusisi ini memberikan banyak manfaat yang didapat dari sisi penumpang. Banyaknya servis akan menjadi keunggulan kita, tentunya layanan pengantar makanan itu penting di Indonesia," papar Ridzki, dalam acara jumpa pers di Gedung Lippo Kuningan, Jakarta, Jumat (6/4).

"Fokus kami tahun ini adalah memperluas area operasi dan jasanya (GrabFood). Dengan adanya layanan GrabFood ini akan menambah pendapatan mitra kami juga," lanjutnya.

Meski begitu, Ridzki tidak menjelaskan secara detail kota mana saja yang sudah tersedia layanan GrabFood. Sebelumnya, GrabFood tersedia di 9 kota di Indonesia, yakni Jakarta, Surabaya, Bandung, Bali, Makassar, Medan, Yogyakarta, Semarang, dan Palembang.

Ridzki Kramadibrata, Grab Indonesia. (Foto: Jofie Yordan/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Ridzki Kramadibrata, Grab Indonesia. (Foto: Jofie Yordan/kumparan)

Menurut laporan Grab pada akhir Januari lalu, GrabFood memiliki jumlah merchant lebih dari 30 ribu, yang memungkinkan para pelanggan memesan makanan dari restoran terdekat dalam jarak 3 kilometer dan para mitra pengemudi Grab akan mengantarkan pesanan tersebut ke lokasi yang diinginkan pengguna.

Layanan GrabFood pertama kali diluncurkan pada tahun 2016 lalu dan tersedia dalam aplikasi Grab di bagian layanan pesan-antar. Para pelanggan dapat melihat berbagai pilihan menu makanan dari restoran terdekat. Harga pengantaran makanan dari GrabFood mulai Rp 3 ribu untuk masyarakat yang tinggal di luar wilayah Jakarta.

Perluasan yang dilakukan Grab bukan hanya untuk GrabFood, tapi juga layanan seperti pengiriman barang GrabExpress, GrabPay, dan juga memperkenalkan layanan keuangan bernama GrabFinancial. Langkah ekspansi ini menjadi salah satu bagian master plan Grab 4 Indonesia untuk menciptakan jutaan peluang penghasilan melalui ekonomi digital.

Ridzki mengatakan ekspansi GrabFood tidak hanya akan berdampak positif bagi pelanggan dan juga mitra pengemudi Grab, tetapi juga dapat membantu mengembangkan ekonomi Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).

"Ekosistem Grab dapat menciptakan peluang tambahan untuk rekan merchant dan mitra agen. Grab memproyeksikan dapat menciptakan peluang pendapatan bagi 100 juta wirausaha mikro di Indonesia pada tahun 2020," ucap Ridzki.

GrabFood vs Go-Food

Saat ini, layanan pesan-antar GrabFood masih tertinggal dari Go-Food yang sudah lebih populer di kalangan masyarakat.

Berdasarkan riset LD FEB UI menunjukkan, layanan Go-Food telah memberikan dampak pada UMKM di bidang kuliner Indonesia. Hampir 90 persen pengguna Go-Food memesan makanan yang diproduksi UMKM.

Aplikasi Grab (Foto: Bianda Ludwianto/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Aplikasi Grab (Foto: Bianda Ludwianto/kumparan)

Grab sendiri tampaknya baru berfokus mengembangkan layanan GrabFood-nya pada tahun 2018 ini, terutama setelah mengakuisisi Uber di Asia Tenggara, yang juga mengambilalih bisnis pengiriman makanan UberEats.

Grab menargetkan GrabFood sudah tersedia di seluruh negara-negara di Asia Tenggara pada semester pertama 2018.