Kumparan Logo

Salah Kaprah Close Aplikasi di Background Bisa Hemat Baterai HP

kumparanTECHverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi baterai ponsel Foto: Dok.Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi baterai ponsel Foto: Dok.Pixabay

Banyak orang beranggapan, menutup paksa aplikasi yang berjalan di background atau istilah kerennya kills apps atau force close apps bisa menghemat baterai smartphone. Faktanya hal itu tidaklah benar.

Anggapan melakukan kill apps dapat menghemat baterai memang sudah beredar sejak lama di kalangan pengguna Android dan iOS. Namun, alih-alih bisa menghemat, membersihkan aplikasi di background secara paksa sejatinya bisa menghambat kinerja baterai.

Jadi, aplikasi yang terus berjalan di background akan memudahkan smartphone untuk memproses ketika kamu membuka aplikasi itu kembali. Proses membuka aplikasi yang telah berjalan di background itu akan lebih cepat. Ini tidak akan menguras baterai.

Sebaliknya, jika force close aplikasi di background akan memakan lebih banyak daya. Ketika kamu secara paksa menutup aplikasi dari background, smartphone akan melakukan proses yang menggunakan sebagian dari sumber daya baterai untuk menutup aplikasi dan membersihkannya dari RAM.

Ilustrasi smartphone. Foto: Shutterstock

Selain itu, smartphone akan kembali bekerja keras ketika aplikasi itu dibuka lagi. Kinerja ponsel lebih terkuras karena proses membuka aplikasi harus dari awal lagi. Berarti ada dua proses yang akan mengurangi daya baterai smartphone.

Kemudian, apakah aplikasi yang berada di latar belakang bisa bikin baterai boros?

Tidak semua aplikasi menggunakan daya baterai saat berjalan di background. Aplikasi yang bisa memakan daya baterai di background, hanya ketika terlibat dalam proses mengunggah file, pelacakan lokasi, atau memutar audio. Hal ini berlaku untuk perangkat Android dan iOS.

Ada beberapa cara mudah untuk menghemat baterai, seperti mematikan notifikasi aplikasi yang jarang dipakai atau kalau perlu menghapusnya saja. Selanjutnya, bisa matikan pengaturan getaran untuk panggilan masuk, dan aktifkan pengaturan kecerahan layar otomatis.

Ilustrasi charging ponsel Foto: Shutter Stock

Selain soal hemat baterai, ada pertanyaan lainnya. Apakah aplikasi di background bisa bikin boros kuota?

Jawabannya, bisa saja, namun tergantung aplikasi yang digunakan. Aplikasi yang memakan kuota, adalah aplikasi yang harus selalu terhubung ke internet. Beberapa aplikasi, bahkan bisa menggunakan kouta, ketika pengguna tidak membukanya, seperti aplikasi chatting.

Pengguna bisa menyiasatinya dengan membatasi pemakaian kuota harian dengan pengaturan di perangkat. Hal ini juga bisa membantu pengguna memperhatikan besar kuota yang telah dipakainya sehari-hari.