Kumparan Logo

Salam Perpisahan Sementara CEO Uber Menuju Travis Kalanick 2.0

kumparanTECHverified-green

clock
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
CEO Uber Travis Kalanick  (Foto: Danish Siddiqui/Reuters)
zoom-in-whitePerbesar
CEO Uber Travis Kalanick (Foto: Danish Siddiqui/Reuters)

Berbagai masalah yang menyerang Uber secara bertubi-tubi belakangan ini akhirnya membuat sang CEO, Travis Kalanick, memutuskan untuk mengambil cuti yang cukup panjang dan beristirahat sejenak. Langkah ini membuatnya tidak bisa mengambil kebijakan dalam perusahaan, dan dengan begitu perannya pun dibatasi. Rehat ini mungkin juga berguna untuk Kalanick yang harus menenangkan diri setelah ibunya meninggal dunia dalam kecelakaan perahu pada akhir Mei lalu. Setelah beredar isu jika Kalanick diminta untuk rehat oleh dewan direksi perusahaan, akhirnya ia resmi mengkonfirmasi hal tersebut lewat email kepada karyawan. Kalanick menyatakan akan beristirahat dan menyerahkan segala keputusan perusahaan kepada para eksekutif Uber yang lain di bawahnya. "Selama delapan tahun terakhir, Uber adalah hidup saya. Kejadian-kejadian beberapa waktu terakhir ini telah membuat saya sadar bahwa orang lebih penting dari pekerjaan, dan saya perlu waktu untuk rehat dari kesibukan sehari-hari untuk berduka atas wafatnya ibu saya, yang baru dikuburkan Jum’at (9/6) lalu, untuk refleksi diri, memperbaiki diri saya, dan fokus pada membangun tim pemimpin kelas dunia," tulis Kalanick, dalam surel tersebut. [Baca juga: Ibu dari CEO Uber Meninggal dalam Kecelakaan Perahu] Ia mengaku paling bertanggung jawab terhadap apa yang telah menimpa Uber belakangan ini. Dan dengan langkahnya beristirahat, dia berharap akan terjadi perubahan positif dalam tubuh Uber, dan Kalanick pun berharap dia lebih baik, menuju Travis Kalanick 2.0. Hal ini mengartikan jika Kalanick siap mengubah gaya kepemimpinannya yang selama ini dikritik oleh para jajaran direksi, meski sikap ambisiusnya disegani. "Walau banyak yang kita banggakan, banyak yang harus kita perbaiki. Agar Uber 2.0 bisa berhasil tidak ada hal yang lebih penting dari mendedikasikan waktu saya untuk membangun tim pimpinan perusahaan. Namun, jika kita ingin membangun Uber 2.0, saya juga harus membangun Travis 2.0 untuk menjadi pemimpin yang dibutuhkan perusahaan ini, dan yang pantas untuk Anda," jelas Kalanick. Kalanick mengatakan selama periode transisi saat dirinya cuti, tim pimpinan Uber yang memiliki posisi di bawahnya, akan bertugas mengelola perusahaan. Ia meminta tim tersebut dapat mengambil keputusan yang berani untuk membuat perusahaan tersebut terus berjalan ke depan dengan mulus. Belum jelas berapa lama Kalanick akan mengambil cuti, yang ia katakan bisa lebih cepat atau lama.

CEO Uber Travis Kalanick. (Foto: REUTERS/Danny Moloshok)
zoom-in-whitePerbesar
CEO Uber Travis Kalanick. (Foto: REUTERS/Danny Moloshok)

Dalam rapat yang diadakan Minggu (11/6) kemarin, dewan direksi Uber mengadopsi rangkaian rekomendasi yang diberikan perusahaan hukum milik pengacara Eric Holder, yang juga mantan jaksa agung AS. Tim ini menyelediki segala kasus yang membuat Uber krisis, terkait budaya kerja dan memberikan arahan langkah yang harus dilakukan para petinggi untuk membenahi perusahaan. Holder beserta perusahaan hukumnya, disewa oleh Uber pada Februari lalu yang salah satunya menyelidiki adanya praktik pelecehan seksual. Ini terungkap dari publikasi artikel mantan karyawan Uber, Susan Fowler, yang berkata sempat mendapat pesan yang berisi ajakan berhubungan seks dari manajernya. Setelah diadukan ke bagian sumber daya manusia di Uber, ia diberitahu bahwa manajernya tidak akan dihukum karena statusnya sebagai "pemain tinggi di perusahaan". [Baca juga: Demi Selamatkan Perusahaan, CEO Uber Diminta Ambil Cuti Panjang] Dari laporan rekomendasi itu, dikatakan ada kendali yang sangat besar dalam hal anggaran, sumber daya, dan area lain di mana para eksekutif yang dipimpin Kalanick memiliki kekuasaan yang besar dalam perusahaan dengan 12.000 pegawai. Bagaimana dengan masa depan Kalanick ke depannya? Yang pasti, saat ini ia sedang dalam 'masa bersemedi' untuk memperbaiki diri demi Uber versi 2.0 dan Kalanick 2.0. Berikut ini email lengkap Kalanick kepada karyawan Uber. Judul email: Uber 2.0 Tim, Selama delapan tahun terakhir, Uber adalah hidup saya. Kejadian-kejadian beberapa waktu terakhir ini telah membuat saya sadar bahwa orang lebih penting dari pekerjaan, dan saya perlu waktu untuk rehat dari kesibukan sehari-hari untuk berduka atas wafatnya ibu saya, yang baru dikuburkan Jum’at lalu, untuk refleksi diri, memperbaiki diri saya, dan fokus pada membangun tim pemimpin kelas dunia. Yang paling bertanggung jawab terhadap apa yang telah terjadi dan bagaimana hal-hal tersebut terjadi, adalah saya. Walau banyak hal yang bisa kita banggakan, banyak yang harus kita perbaiki. Agar Uber 2.0 bisa berhasil tidak ada hal yang lebih penting dari mendedikasikan waktu saya untuk membangun tim pimpinan perusahaan. Namun, jika kita ingin membangun Uber 2.0, saya juga harus membangun Travis 2.0 untuk menjadi pemimpin yang dibutuhkan perusahaan ini, dan yang pantas untuk Anda. Selama periode transisi ini, tim pemimpin Uber, yang berada langsung di bawah saya, akan mengelola perusahaan. Saya akan menyediakan waktu yang dibutuhkan untuk membuat keputusan-keputusan strategis, namun saya juga akan memberdayakan mereka untuk menjadi berani dan berani mengambil keputusan agar perusahaan melangkah ke depan dengan mulus. Sangat sulit untuk menentukan periode waktu rehat ini - bisa jadi lebih cepat atau lama dari yang kami harapkan. Kehilangan orang yang terkasih secara tragis adalah hal tersulit bagi saya dan saya perlu berduka dan berpisah dengan cara yang sepantasnya. Banyaknya ucapan belasungkawa dan penuh ketulusan yang saya terima telah membuat saya kuat, namun sebagian besar diakhiri dengan kalimat ‘Bantuan apa yang bisa saya berikan?’. Jawaban saya sangat sederhana. Lakukan sesuatu untuk mencapai misi kita. Bagi saya, ini adalah meluangkan waktu untuk keluarga saya. Mengutamakan orang lain, itulah warisan dan pesan utama almarhumah ibu saya. Dan menjadikan Uber 2.0 jadi kenyataan sehingga dunia bisa melihat hal-hal inspiratif yang kalian semua lakukan, dan melihat orang-orang inspiratif yang menjadikan Uber perusahaan yang hebat. Sampai berjumpa lagi, Travis