Samsung Prioritaskan Keamanan di Galaxy S8

Keamanan menjadi isu utama Samsung di tahun 2016 lalu, di mana saat itu mereka mengalami kegagalan besar gara-gara mudah meledaknya ponsel Galaxy Note 7. Ponsel ini sendiri akhirnya ditarik dari peredaran dan menyebabkan kerugian besar pada Samsung. Belajar dari pengalaman buruk tersebut, Samsung pun meningkatkan keamanan ponsel ciptaannya dengan beberapa teknologi terbaru, yang diawali dengan rangkaian pengujian baterai ponsel untuk mencegah terjadinya masalah serupa. Ada delapan standar pengecekan baterai yang dilakukan Samsung dan diklaim jauh lebih banyak dibandingkan standar industri. "Keamanan konsumen adalah prioritas kami, kami belajar dari kejadian Galaxy Note 7. Hal ini (pengujian baterai) kami lakukan untuk memastikan keamanannya," ujar Denny Galant, Head of Product Marketing Samsung Mobile, saat peluncuran Galaxy S8 di Hotel Raffles, Jakarta, Selasa (2/5). Selain dari sisi baterai, Samsung juga meningkatkan keamanan pada akses ponselnya dengan teknologi biometrik. Dengan software keamanan Samsung Knox, Galaxy S8 juga didukung fitur face recognition (pengenalan wajah), iris scanner (pemindai iris mata), dan fingerprint scanner (pemindai sirik jari). Ketiganya dapat digunakan pengguna untuk meningkatkan keamanan ponselnya sekaligus memudahkan pengalaman dalam mengakses ponsel. Baca juga: Samsung Galaxy S8 Resmi Masuk Indonesia

Selain itu, Galaxy S8 juga memiliki beberapa layanan lain untuk menambahkan lapisan keamanan. Misalnya Secure Folder, sebuah fitur untuk membuat sebuah folder terenkripsi. Pengguna dapat memasukkan keamanan PIN, pola, passcode, atau verifikasi biometrik untuk mengamankan sebuah folder dalam ponsel. Berbagai peningkatan keamanan di Galaxy S8 ini menjadi langkah Samsung dalam membuktikan prioritas mereka terhadap keamanan konsumen. Mereka yakin kejadian Galaxy Note 7 tidak akan terulang kembali. Baca juga: Video: Menjajal Samsung Galaxy S8 di Jakarta
