Kumparan Logo

Samsung Ucapkan Selamat Tinggal pada DVD

kumparanTECHverified-green

clock
comment
5
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Ilustrasi kepingan DVD (Foto: Brett Hondow via Pixabay)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi kepingan DVD (Foto: Brett Hondow via Pixabay)

Siapa bisa menebak kapan teknologi penyimpanan data cakram DVD bakal punah? Itu mungkin tak lama lagi, karena sebuah perusahaan teknologi besar yang fokus pada bisnis audio visual, telah mengucap selamat tinggal pada format Digital Video Disc.

Perusahaan itu adalah Samsung, yang menyatakan keluar dari bisnis DVD sejak kuartal empat 2016. Ini berarti di tahun 2017 sudah tak ada lagi produksi baru perangkat Samsung yang berkaitan dengan format DVD.

“Samsung quit dari bisnis DVD. Home theater DVD hilang semua,” kata Ubay Bayanudin, Head of TV & AV Product Marketing Samsung Indonesia, di sela acara Samsung Forum SEA di Singapura, Kamis (16/2).

Ubay tidak memberi keterangan lebih detail mengapa perusahaan Korea Selatan itu tak lagi mendukung DVD. Tetapi ia yakin “tak lama lagi yang lain juga akan meniru.”

Sebagai pihak yang mendalami industri audio visual, Ubay berkata saat ini tren dan masyarakat telah memilih jalur streaming ketimbang harus membeli konten dalam bentuk kepingan. Ia mencontohkan banyak orang kini memilih mendengar musik lewat Spotify dan menonton film lewat Netflix, atau sejenisnya.

Bendera Samsung Electronics berkibar di pusat kota Seoul, Korea Selatan (Foto: Reuters)
zoom-in-whitePerbesar
Bendera Samsung Electronics berkibar di pusat kota Seoul, Korea Selatan (Foto: Reuters)

Keputusan Samsung berhenti mendukung DVD, salah satunya karena alasan tersebut. Hal serupa mungkin juga bakal dialami oleh kepingan Blu-ray yang kelak bakal ditinggal oleh industri teknologi.

“Sekarang semakin banyak konsumen yang mengakses konten dalam bentuk soft copy. Konsumen bergerak ke mana, di situ kita cari solusinya,” ucap Ubay.

Samsung sendiri sekarang mengandalkan perangkat audio bernama Soundbar untuk mendukung konsumen yang lebih memilih putar konten lewat layanan streaming. Samsung mendesain perangkat ini untuk ditempatkan berdekatan dengan televisi.

Dari sisi daya, Soundbar lebih efisien ketimbang sistem home theater. Perusahaan menargetkan perangkat ini untuk konsumen yang tinggal di apartemen atau rumah minimalis, karena dari sisi bentuk, ukurannya tak terlalu memakan tempat. Kapasitas suaranya juga terbilang tak kalah jika dibandingkan dengan home theater.