kumparan
3 Mei 2019 14:36

Satria Jadi Satelit Indonesia dengan Kapasitas Terbesar di Asia

Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara. Foto: Kominfo
Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) punya misi menyebarkan akses koneksi internet ke seluruh wilayah Indonesia. Itu bukan hal mudah mengingat Indonesia memiliki wilayah yang cukup luas dengan berbagai kepulauan dan beragam bentuk geografis.
ADVERTISEMENT
Tak cukup hanya mengandalkan Palapa Ring, Kominfo lantas mencoba membangun satelit multifungsi Satria (Satelit Indonesia Raya). Satelit ini disebut mampu menghadirkan internet berkecepatan tinggi untuk daerah-daerah terpencil di Indonesia.
Menteri Komunikasi dan informatika (Menkominfo) Rudiantara menjelaskan, satelit Satria yang akan dibangun mulai akhir 2019 ini diklaim menjadi satelit dengan kapasitas terbesar di Asia.
"Satelit ini merupakan yang pertama terbesar di Asia, untuk kelas di atas 100 GB di dunia sekitar nomor lima dari sisi kapasitas," katanya dalam acara Penandatanganan KBPU Satelit Multifungsi Satria di Jakarta, Jumat (3/5).
Acara penandatanganan Perjanjian Kerjasama Proyek KPBU Satelit Multifungsi, di Museum Nasional, Jakarta. Foto: Nurul Nur Azizah/kumparan
Pria yang akrab disapa Chief RA ini sempat mengenang masa kejayaan Indonesia dalam mengembangkan teknologi satelit. Menurutnya, Indonesia pernah menjadi negara nomor tiga satelit milik sendiri.
ADVERTISEMENT
"Tahun 70-an kita jadi negara nomor tiga di dunia mempunyai satelit sendiri, tapi setelah itu kita tenggelam. Kita bukan mau bersombong-sombongan satelit, tapi dari sisi kebutuhan ini akan meningkatkan posisi Indonesia bahwa kita negara yang dilandasi infrastruktrur komunikasi, terutama internet satelit," tambahnya.
Satelit Satria akan menggunakan teknologi High Troughput Satellite (HTS) yang memiliki kapasitas 150 Gbps. Satelit ini mampu memberikan akses internet di hampir 150 ribu titik di seluruh Indonesia.
Perusahaan asal Prancis, Thales Alenia Space, akan dilibatkan untuk merakit satelit Satria. Sementara peluncurannya bakal memanfaatkan roket Ariane 5 Upper/6.2 atau Falcon 9-5500.
Ilustrasi satelit. Foto: PIRO4D via Pixabay
Untuk pelaksanaanya, Kominfo mengandeng konsorsium PSN (PT Pasifik Satelit Nusantara) karena sebagai pemenang tender lelang satelit Satria yang mengalahkan konsorsium Grup Djarum.
ADVERTISEMENT
Keduanya melakukan kemitraan dengan skema Kerja sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) untuk membantu pendanaan pembangunan satelit Satria, mulai dari tahap pembuatan, pengoperasian, hingga pemeliharaan selama 15 tahun. Total dana yang dibutuhkan mencapai Rp 21,4 triliun.
Konsorium PSN telah membentuk Badan Usaha Pelaksana (BUP), PT Satelit Nusantara Tiga, yang terdiri empat perusahaan: PT Pintar Nusantara Sejahtera, PT Pasifik Satelit Nusantara, PT Dian Semesta Sentosa, dan PT Nusantara Satelit Sejahtera.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan