Screenshot Pesan WhatsApp Bisa Ketahuan, Itu Cuma Hoax

Belakangan ini beredar isu di dunia maya yang mengatakan jika aplikasi pesan instan WhatsApp, menyiapkan fitur baru yang memungkinkan seorang pengguna mendapat notifikasi jika ada seorang pengguna lain melakukan tangkapan layar (screenshot) atas obrolannya.
Informasi itu beredar dari situs web bernama 8shit, yang mengklaim pernyataan itu diucapkan oleh CEO WhatsApp, Jan Koum, baru-baru ini. 8shit menyatakan fitur baru ini akan aktif pada 5 Februari.
Pengguna WhatsApp boleh kesal dengan berita tersebut. Tapi tolong, jangan diambil serius, karena berita ini dipastikan bohong alias hoax.
Mau bukti?
Coba saja pergi ke situs web www.8shit.net yang jadi sumber berita tersebut. Masuk ke menu About. Jreng... jreng... di sana Anda bisa menemukan pernyataan bahwa 8shit adalah situs satir dan humor. "Situs ini menerbitkan berita palsu, rumor mengejutkan, laporan dengan sarkasme tajam, dan humor."
Kalau belum puas, silakan Googling atau Yahoo-ing, apakah ada media massa kredibel yang memberitakan soal pernyataan Jan Koum seperti diberitakan 8shit? Bisa jadi Anda hanya menemukan konten serupa dari situs humor atau situs hoax.
Dalam kolom komentar di situs 8shit, sejumlah pengguna telah menyatakan bahwa ini adalah kabar bohong alias hoax. Namun, masih ada juga pengguna yang menanggapi secara serius. "I will turn off the auto update because of you WhatsApp," kata pengguna Facebook dengan nama Samborca Puan.
Beredarnya berita-berita palsu di Internet memang meresahkan dan sudah menjadi sorotan di berbagai belahan dunia. Informasi hoax yang tak jelas kebenaran dan dasarnya bisa menyesatkan pembacanya, bahkan menimbulkan perpecahan.
Di Indonesia sendiri penyebaran berita hoax sudah menjadi sorotan pemerintah, termasuk Presiden Joko Widodo. Presiden meminta para penegak hukum untuk menindak tegas segala penyebar konten hoax dan konten negatif di dunia maya. Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) juga sudah merangkul komunitas anti hoax untuk memberikan literasi agar masyarakat cermat dalam memilih berita.
