Kumparan Logo

Selain WhatsApp, Gambar GIF Porno Juga Ada di Aplikasi Pesan Lain

kumparanTECHverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi pengguna sosial media sedang menggunakan gadget (Foto: gettyimages.com)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi pengguna sosial media sedang menggunakan gadget (Foto: gettyimages.com)

Baru-baru ini, beredar pesan berantai yang berisi ajakan kepada para ibu untuk mewaspadai anak-anaknya ketika menggunakan aplikasi pesan instan WhatsApp. Kenapa? Karena ternyata di aplikasi pesan tersebut ada konten pornografi yang bisa diakses dengan mudah dalam bentuk GIF.

Seperti kita ketahui sebelumnya, WhatsApp memang mendukung pengiriman pesan dalam bentuk Graphics Interchange Format alias GIF. Caranya, kamu bisa mencarinya lewat keyboard virtual saat mengetik pesan di WhatsApp, lalu pilih GIF yang kamu inginkan sesuka hati. Sumber GIF di aplikasi pesan ini berasal dari Giphy dan Tenor.

Dan yang membuat khawatir adalah lewat pencarian itu kamu bisa dengan mudah menemukan konten pornografi berbentuk GIF dengan kata kunci yang relevan, misalnya "sex".

Ternyata, konten GIF porno ini tak hanya ditemukan di WhatsApp, tapi juga aplikasi pesan instan lainnya yang mendukung pengiriman GIF, antara lain Facebook Messenger dan Telegram.

Melalui penelusuran yang telah dilakukan kumparan (kumparan.com), kamu juga bisa menemukan GIF porno dalam perpustakaan GIF di kedua aplikasi tersebut dengan mudah. Oleh karena itu, hal ini menjadi kekhawatiran para orang tua yang telah memberikan ponsel pintar kepada anak-anaknya untuk berkomunikasi.

GIF porno di aplikasi WhatsApp (Foto: Screenshot di WhatsApp)
zoom-in-whitePerbesar
GIF porno di aplikasi WhatsApp (Foto: Screenshot di WhatsApp)

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) mengaku sudah menerima banyak laporan dari berbagai pihak dan masyarakat terkait hal ini. Mereka menyatakan sudah memproses laporan ini bersama perusahaan induk WhatsApp yaitu Facebook.

"Saat ini tim internal Kominfo sedang mengurus dan memprosesnya dengan Facebook selaku induk company dan juga kepada WhatsApp selaku app provider. Kami meminta WhatsApp agar melalukan filtering secepatnya serta setidaknya untuk wilayah Indonesia," ujar Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara, dalam pernyataan resmi.

Kumparan sudah menghubungi Kemkominfo seputar adanya konten GIF porno yang juga ditemukan di aplikasi selain WhatsApp, yakni Facebook Messenger serta Telegram. Namun, hingga kini kami belum mendapatkan jawaban.

Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) berencana dalam waktu dekat ini bakal memanggil manajemen WhatsApp yang berarti juga perwakilan dari Facebook, untuk menyamakan persepsi terkait konten yang bisa dikonsumsi oleh anak.