Kumparan Logo

Setelah 18 Tahun, Apple Resmi Bunuh Aplikasi iTunes

kumparanTECHverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi Apple. Foto: REUTERS/Aly Song
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Apple. Foto: REUTERS/Aly Song

Era iTunes sudah berakhir. Orang-orang tak lagi mendengarkan file musik MP3, atau mengunduh lagu di iTunes, yang sebelumnya laris pada dua dekade lalu. Apple sangat menyadari hal itu dan oleh karenanya mereka membuat keputusan besar untuk membunuh iTunes dan menggantikannya dengan tiga aplikasi modern.

Di panggung konferensi teknologi WWDC 2019 di AS, pada Senin (3/6), Apple mengumumkan bahwa iTunes dipecah, atau digantikan oleh trio aplikasi desktop. Mereka adalah Apple Music, Apple TV, dan Podcast.

Ketiganya bakal jadi aplikasi mandii di iOS, macOS, maupun di Windows.

Apple TV kini dukung resolusi 4K. Foto: Stephen Lam/Reuters

iTunes secara resmi diperkenalkan oleh Apple pada 2001. Ia punya banyak fungsi multimedia. Bisa dipakai untuk memutar konten multimedia, mengorganisi konten, dan membeli lagu serta konten lainnya. Aplikasi ini tersedia di perangkat iPod, iPhone, iPad, dan MacBook.

Setelah 18 tahun, iTunes dibuat musnah oleh Apple pada update sistem operasi iOS 13 dan di iPadOS, sebuah sistem operasi baru untuk iPad. Dengan cara ini, Apple menggiring pengguna untuk memakai layanan berlangganan Apple Music. Dengan cara ini pula, Apple bisa mendapatkan biaya bulanan untuk meningkatkan pendapatan, ketimbang mereka harus menunggu pelanggan membeli beberapa lagu. Apple Music sendiri sebenarnya bukan aplikasi top of mind untuk streaming musik. Spotify unggul jauh di ranah ini.

Platform streaming musik Spotify. Foto: Christian Hartmann/Reuters

Di tengah kebijakan membunuh iTunes, Apple tetap mengambil tanggung jawab kepada pengguna iTunes. Semua file musik dan konten hiburan lain yang pernah dibeli pengguna dari iTunes, akan tetap dipertahankan di setiap aplikasi baru di atas di komputer Mac.

Perusahaan mengatakan pengguna yang mau membeli dan mengunduh file musik masih bisa mendapatkannya di aplikasi Apple Music. Konten film atau video juga masih bisa dibeli dari aplikasi Apple TV. Voucher berupa iTunes Gift Card pun akan tetap aktif.

Strategi mengembangkan iTunes telah selaras dengan bisnis perangkat Apple pada masanya. Namun, peningkatan konten dan layanan berlangganan merupakan pergeseran yang jelas dalam tren industri musik, kata Jack Kent, analis IHS Market.

"Untuk bisnis Apple sendiri, ini menandai perubahan strategi dari fokus perangkat keras Apple menuju bisnis konten dan layanan berlangganan yang semakin penting untuk meningkatkan margin dan pendapatan," kata Kent, dikutip dai CNN.

Riset IHS Markit mencatat layanan berlangganan menyumbang lebih dari 80 persen pendapatan musik dan video online pada tahun 2018 di Amerika Utara dan Eropa Barat. Jumlah ini tumbuh signifikan dibandingkan dengan kontribusi kurang dari 10 persen pada 2008.

Ilustasi Netflix. Foto: Marouane Lr/Flickr

Belakangan ini, orang lebih bersedia membayar sesuatu demi bisa menikmati konten tanpa batas. Hal inilah yang membuat Spotify dan Netflix laris manis. Sementara di iTunes, ada batasan yang jelas untuk sebuah konten.

"Jika Anda melihat perilaku konsumen sekarang, mereka bersedia membayar biaya reguler untuk konten tanpa batas, dan itulah yang bisa mereka dapatkan dari layanan lain seperti Spotify, Pandora, dan Netflix," kata Ramon Llamas dari lembaga riset IDC Research.

Perubahan untuk membunuh iTunes dan mengedepankan tiga aplikasi baru berupa Apple Music, Apple TV, dan Podcast, adalah upaya Apple untuk menyelaraskan diri dengan tren, walaupun itu agak terlambat, mengingat lawan-lawannya sudah tancap lebih dulu, dan sangat cepat.