Setelah 51 Tahun, Buku Telepon Yellow Pages Tak Lagi Dicetak

Buku direktori bisnis lokal Yellow Pages, akhirnya menyatakan tidak akan lagi mencetak produknya di atas kertas per Januari 2018 mendatang, setelah 51 tahun beroperasi melayani warga dunia untuk urusan nomor telepon penting.
Di era Internet, perusahaan Yell selaku pemilik Yellow Pages, mengambil keputusan untuk mendigitalkan bisnis secara penuh dan mengakhiri penerbitannya yang telah berjalan lima dekade. Dalam beberapa tahun terakhir ini halaman dari Yellow Pages memang semakin tipis.
Sebelum beralih penuh ke digital, Yell mengumumkan akan mencetak buku pertama dalam edisi terakhir ke kota Kingston pada Januari mendatang. Setahun kemudian, sebuah buku direktori finalnya akan dikirim ke Brighton, kota di mana pertama kali Yellow Pages diterbitkan pada tahun 1966.
"Setelah 51 tahun diproduksi, Yellow Pages telah menjadi kebutuhan pokok rumah tangga dan kami bangga mengataka bahwa kami masih memiliki pelanggan yang pernah bersama kami dari edisi Yellow Pages perdana di tahun 1966,"kata CEO Yell, Richard Hanscott.
Yellow Pages, yang mengusung logo "jari berjalan," selama ini mendapatkan keuntungan dengan menjual lapak iklan baris di bukunya. Iklan baris ini dicetak di atas kertas kuning untuk kebutuhan komersial, berlawanan dengan White Pages yang mendata nomor telepon non-komersial.
Yellow Pages belakangan ini telah kehilangan popularitas mereka di rumah tangga Inggris, negara asal Yell. Namun, sampai saat ini perusahaan tersebut tetap menguntungkan. Di sisi lain, Yell sangat sadar mereka harus berubah karena semakin banyak pebisnis yang juga beralih ke ranah online.
Yell, perusahaan Inggris yang dimiliki oleh Hibu, sekarang memutuskan untuk menyediakan situs web gratis Yell.com sebagai pengganti buku Yellow Pages.
"Seperti banyak bisnis lainnya, Yell telah menemukan bahwa kesuksesan digital menuntut perubahan dan inovasi konstan," lanjut Hanscott. "Kami berkomitmen baik untuk terus membantu bisnis lokal dan konsumen menjadi sukses secara online, sekarang dan di masa depan."
Yell beberapa tahun terkahir ini juga dihadapkan pada masalah lingkungan karena menggunakan kertas dalam jumlah besar, dan ini mendorong adanya kampanye "Say No to Phonebooks" di tahun 2009.
Di saat itu, Yell mengklaim bahwa buku direktori mereka diproduksi dengan cara bertanggungjawab terhadap lingkungan dan 100 persen dapat didaur ulang.
