Kumparan Logo

Sinyal 4G XL Axiata Kini Jangkau 1.800 Desa di 55 Kota Kalimantan

kumparanTECHverified-green

ยทwaktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi teknisi melakukan pemeliharaan BTS XL Axiata di Kalimantan. Foto: XL Axiata
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi teknisi melakukan pemeliharaan BTS XL Axiata di Kalimantan. Foto: XL Axiata

XL Axiata mengatakan jaringan 4G LTE mereka semakin luas di Kalimantan. Sinyalnya kini sudah menjangkau lebih dari 1.800 desa atau kelurahan di 466 kecamatan yang tersebar di 55 kota atau kabupaten di lima provinsi Kalimantan atau lebih dari 75 persen populasi Kalimantan.

Sinyal 4G XL di Kalimantan semakin luas berkat penambahan base transceiver station (BTS) di sana mencapai lebih dari 1.100 unit dalam setahun terakhir. Ini dilakukan karena adanya peningkatan permintaan masyarakat Kalimantan atas layanan data dari XL hingga 29 persen.

Plt Regional Group Head XL Axiata untuk Kalimantan, Horas Lubis, mengatakan perluasan dan peningkatan kualitas jaringan data XL Axiata ini juga terus menjangkau lebih banyak daerah terpencil di Kalimantan, termasuk wilayah perbatasan negara yang ada di tiga provinsi: Kalimantan Barat, Kalimantan Utara, dan Kalimantan Timur.

"Sejumlah teknologi terbaru juga kami terapkan untuk mendukung perluasan dan penguatan jaringan ini, antara lain, implementasi teknologi automated optimization untuk VoLTE, pemanfaatan teknologi Cisco Ultra Traffic Optimization untuk meningkatkan efisiensi kapasitas jaringan dengan menggunakan algoritma Artificial Intelligence (AI) dan Machine Learning (ML), teknologi Open RAN (Radio Access Network) dengan konsep open interface," papar Plt Regional Group Head XL Axiata untuk Kalimantan, Horas Lubis, dalam pernyataan resmi, Minggu (22/1).

"Lalu, ada juga implementasi Dynamic Spectrum Sharing (DSS) 4G/5G yang memungkinkan penggunaan bersama jaringan 4G dan 5G pada satu spektrum frekuensi. Tidak ketinggalan, XL Axiata juga telah memanfaatkan teknologi FDD Smart 8T8R untuk meningkatkan kualitas dan kapasitas jaringan serta mengurangi konsumsi daya pada BTS."

Ilustrasi teknisi melakukan pemeliharaan BTS XL Axiata di Kalimantan. Foto: XL Axiata

Total ada lebih dari 9.800 BTS, termasuk lebih dari 5.800 BTS 4G LTE, milik XL Axiata tersebar di seluruh Kalimantan. XL juga menyuntik mati jaringan 3G dan mengalihkannya ke 4G yang statusnya saat ini sudah mencapai 90 persen dari total BTS mereka.

Berikut jumlah BTS 4G di masing-masing provinsi Kalimantan:

  • Kalimantan Barat lebih dari 1.300 BTS

  • Kalimantan Utara lebih dari 90 BTS

  • Kalimantan Tengah lebih dari 800 BTS

  • Kelimantan Selatan lebih dari 2.200 BTS

  • Kalimantan Timur lebih dari 1.400 BTS

Infrastruktur jaringan 4G turut didukung kabel serat optik antardaerah. Fiberisasi merupakan bagian dari upaya modernisasi jaringan dengan cara menghubungkan BTS dengan jalur fiber. Proyek ini dilakukan di seluruh BTS XL, termasuk di Kalimantan, guna meregenerasi perangkat BTS dan mempersiapkan ekosistem jaringan 5G.

XL Axiata kini memiliki lebih dari 9.300 kilometer jalur kabel serat optik di seluruh Kalimantan. Ini menjadi tumpuan bagi jaringan infrastruktur perusahaan yang menjangkau seluruh provinsi, serta menghubungkannya dengan pulau Sumatra, Jawa, Bali, Lombok, dan Sulawesi.

Jumlah pelanggan XL di Kalimantan tercatat sekitar 1,7 pengguna per akhir September 2022, dengan pelanggan 4G sekitar 64 persen. Jumlah tersebut meningkat sekitar 10 persen daripada periode yang sama tahun lalu. Dengan meluasnya jaringan 4G di Kalimantan, jumlah pelanggan data XL diprediksi terus meningkat.

Logo XL Axiata. Foto: Aulia Rahman Nugraha/kumparan

USO dan SKKL Batam - Sarawak di Kalimantan

XL juga mengoperasikan jaringan USO yang bekerja sama dengan Badan Aksesibilitas Telekomunikasi Indonesia (BAKTI) dan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo). Total ada 66 titik BTS USO yang semuanya 4G, terdiri dari 57 BTS di Kalimantan Barat, 7 BTS di Kalimantan Selatan, dan 2 BTS di Kalimantan Tengah.

Perusahaan juga berhasil merampungkan proyek pembangunan Sistem Komunikasi Kabel Laut (SKKL) yang menghubungkan Batam - Sarawak Malaysia atau Batam Sarawak INternational Cable System (BaSIC), dan mulai beroperasi per 1 Juni 2022. Infrastruktur ini memperkuat koneksi internet antara Batam, Sumatra, Kalimantan, serta Sulawesi dengan kinerja dan latency yang lebih cepat dan berkualitas.

SKKL BaSIC membentang sepanjang 700 Km. Pada tahap awal akan mengaktifkan 2 Tera yang seterusnya akan bertahap dinaikkan sampai mencapai kapasitas maksimum 48 Tera. Jaringan dengan kapasitas besar dan relatif aman dari jalur gempa ini diyakini cukup menarik secara komersial seiring dengan pesatnya pertumbuhan trafik data saat ini dan di masa depan.