Sistem Keamanan Museum Louvre Sempat Pakai Password ‘Louvre’ Sebelum Dibobol
·waktu baca 2 menit

Museum Louvre di Paris, Prancis dibobol segerombol pencuri kelas teri. Sebelum aksi pembobolan, terungkap bahwa museum tersebut sempat memiliki password sistem keamanan yang sangat lemah.
Password sistem pengawasan video museum yang terkenal di dunia itu hanyalah “Louvre.” Hal ini diungkapkan oleh seorang karyawan museum yang tak disebutkan namanya dan mengetahui sistem tersebut.
Hal itu terungkap saat tindakan pengamanan museum diawasi ketat pasca-pencurian besar-besaran.
Dalam kesaksiannya di hadapan komite Senat Prancis bulan lalu, Laurence des Cars, Presiden dan Direktur Louvre, mengatakan satu-satunya kamera yang dipasang di luar Galeri Apollo menghadap ke barat dan tidak menutupi jendela tempat pencuri menggunakan alat-alat listrik untuk keluar masuk.
Des Cars mengatakan semua alarm museum sebenarnya berfungsi, begitu pula kamera videonya. Namun ia mencatat adanya "kelemahan" dalam keamanan perimeter museum.
Pencuri Cuma Butuh 7 Menit
Penyelidik Prancis mengataka bahwa perampokan tersebut hanya memakan waktu 7 menit. Pencuri menggunakan tangga mekanis yang dipasang di truk untuk keluar dari Galeri Apollo.
"Sistem keamanan yang terpasang di Galeri Apollo berfungsi dengan sempurna. Pertanyaan yang muncul adalah bagaimana mengadaptasi sistem ini untuk menghadapi jenis serangan dan modus operandi baru yang tidak dapat kita duga sebelumnya,” Ujar Des Cars dilansir ABC News.
“Kita menyaksikan kegagalan yang mengerikan di Louvre. Keamanan Louvre adalah salah satu prioritas utama saya selama masa jabatan saya, dan saya ulangi bahwa saya terkejut dengan situasi keamanan museum ketika saya tiba pada tahun 2021."
Pencurian di Louvre tepatnya terjadi pada Minggu (19/10) antara pukul 09.30 sampai 09.40, tak lama setelah museum dibuka. Sejumlah laporan mengungkap pelaku memakai truk bertangga yang biasa dipakai untuk mengangkut furnitur di rumah susun untuk mengakses Galeri Apollo, tempat perhiasan kerajaan berada. Pelaku diketahui memakai peralatan potong untuk memotong jendela dan membuka etalase perhiasan.
Para pencuri memakai topeng. Yang digondol adalah sembilan perhiasan abad ke-19, salah satunya mahkota perhiasan Permaisuri Eugenie yang jatuh dan rusak ketika aksi kabur dilakukan. Saat pencurian terjadi, museum tersebut dilaporkan sedang ada proyek atau pekerjaan konstruksi/renovasi di area yang berdekatan dengan lokasi kejadian.
Para pencuri disebut-sebut memanfaatkan akses masuk di sisi tepi Sungai Seine yang dilaporkan sedang dalam proses renovasi atau terdapat area konstruksi.
