Situs PeduliLindungi Palsu Muncul Lagi, Sebar Penipuan Vaksin Berbayar
·waktu baca 2 menit

Situs PeduliLindungi palsu kembali beredar di internet. Situs palsu tersebut, yang memakai alamat web pedulilindungiq.com, tampaknya merupakan modus terbaru untuk mencuri data pribadi dan menyebar penipuan vaksin.
Situs palsu PeduliLindungi itu memiliki tampilan yang mirip seperti situs asli. Jika diakses lewat HP, halaman muka situs web palsu tersebut sama-sama memiliki tema latar belakang biru dan ilustrasi orang sedang divaksin.
Meski demikian, ada beberapa perbedaan antara situs PeduliLindungi palsu dengan yang asli. Situs PeduliLindungi asli hanya meminta nama lengkap dan nomor induk penduduk (NIK) untuk login. Sedangkan situs palsu pedulilindungiq.com meminta data pribadi yang lebih rinci termasuk nomor ponsel, nama lengkap, hingga alamat email.
Permintaan data pribadi semacam itu, beserta fakta bahwa situs pedulilindungiq.com adalah situs palsu yang tidak ada kaitannya dengan PeduliLindungi, mengindikasikan bahwa oknum dibaliknya hendak mencuri data pribadi masyarakat.
Hingga saat ini, tidak jelas apakah ada korban yang telah memasukkan data pribadinya di situs palsu PeduliLindungi tersebut.
Selain upaya pencurian data pribadi, situs PeduliLindungi palsu juga menawarkan vaksin berbayar dengan harga Rp 1.000.000, menurut keterangan juru bicara Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), Dedy Permadi.
Aplikasi PeduliLindungi dan situs pedulilindungi.id yang resmi tidak melakukan pemungutan biaya untuk keperluan apapun kepada para pengguna, termasuk untuk keperluan pendaftaran vaksin.
- Dedy Permadi, juru bicara Kominfo -
Kominfo Blokir Situs Pedulilindungi Palsu
Dedy mengatakan, situs palsu pedulilindungiq.com telah diblokir oleh Kominfo. Dia mengimbau agar masyarakat hanya mengakses situs resmi pedulilindungi.id serta mengunduh aplikasi resmi PeduliLindungi yang tersedia di App Store dan Google Play Store.
“Kami juga mengimbau masyarakat agar selalu waspada terhadap segala disinformasi terkait situs dan aplikasi palsu yang mengatasnamakan Aplikasi PeduliLindungi,” tutur Dedy.
“Apabila masyarakat menemukan situs atau aplikasi lain selain Aplikasi PeduliLindungi yang resmi, Kementerian Kominfo meminta masyarakat untuk melakukan pelaporan ke aduankonten.id atau kanal-kanal aduan konten lain yang telah disediakan.”
Ini bukan kali pertama situs PeduliLindungi palsu beredar. Pada awal September lalu, Kominfo juga telah memblokir sebuah situs PeduliLindungi palsu yang menawarkan jual-beli vaksin.
