Sony Xperia XZ1 Tampak Membosankan, tapi Pakai Android Oreo

Sebagai salah satu perusahaan teknologi yang memproduksi ponsel pintar, Sony tampak masih 'begitu-begitu' saja dengan lini Xperia miliknya. Desain ponsel barunya belakangan ini terlihat biasa saja dan kurang mampu menarik perhatian para konsumen. Hal ini terlihat dari Sony Xperia XZ1 dan XZ1 Compact yang baru saja diperkenalkan di ajang pameran teknologi IFA Berlin, Jerman. Kedua ponsel ini adalah pembaruan dari XZ dan X Compact yang diluncurkan tahun lalu. Dari sisi desain, kedua ponsel ini tampak membosankan. Lihat saja bentuknya yang kotak dan memiliki bezel atau tepian yang besar. Aspek rasio dari layarnya juga hanya memakai rasio standar 16:9, tak seperti Samsung dan LG yang mulai menggunakan rasio tak biasa, 18,5:9 dan 18:9. Pembaruan besar yang didapat keduanya adalah ditanamkannya cip prosesor Qualcomm Snapdragon 835 untuk memberikan performa terbaik, juga desain yang dirancang ulang. Selain itu, XZ1 dan XZ1 Compact juga dipastikan bakal menjadi ponsel pertama di luar lini Google Pixel dan Nexus yang menjalankan sistem operasi Android 8.0 Oreo.

Keduanya didukung sistem kamera Motion Eye garapan Sony yang pertama kali hadir dalam ponsel XZ Premium pada awal tahun ini. Sistem ini membuat kamera dengan sensor 19 MP dari ponsel tersebut dapat menangkap gambar beberapa detik sebelum pengguna benar-benar menekan tombol 'shutter'. Salah satu fitur baru dari XZ1 adalah mode scanning atau pemindaian 3D, di mana kamera ponsel dapat memindai sebuah objek dan menyimpannya dalam bentuk gambar 3D. Gambar ini kemudian dapat dikirim ke printer 3D atau dibagikan ke media sosial. XZ1 memiliki layar berukuran 5,2 inci dengan resolusi 1080 pixel HDR, sementara XZ Compact tampak lebih kecil dengan 4,6 inci dan resolusi 720 pixel. Keduanya bisa 'bermain air' karena didukung sertifikat IP68 serta tahan banting berkat adanya Gorilla Glass 5.
XZ1 dan XZ Compact menggunakan RAM yang sama yaitu 4 GB dan kapasitas baterai 2.700 mAh, tapi punya perbedaan pada besar memori internal. XZ1 dibekali memori internal sebesar 64 GB, sedangkan XZ1 Compact memori internalnya 32 GB. XZ1 akan mulai dijual pada 19 September dengan harga 700 dolar AS (sekitar Rp 9.3 juta) melalui situs e-commerce Amazon atau Best Buy, sementara XZ1 Compact baru dipasarkan pada 4 Oktober dengan harga 600 dolar AS (sekitar Rp 8 juta). Walau desain Sony Xperia terlihat membosankan, tapi tampak lini ponsel ini masih memiliki cukup banyak penggemar secara global. Hal ini dikarenakan Sony Xperia dikenal memiliki kualitas audio yang ciamik dan juga sistem kamera yang baik.
