kumparan
27 Maret 2019 12:14

Sri Widowati Mundur dari Jabatan Country Director Facebook Indonesia

Sri Widowati, Country Director Facebook Indonesia. Foto: Muhammad Fikrie/kumparan
Selama tiga tahun terakhir ini Facebook Indonesia dipimpin oleh Sri Widowati sebagai Country Director. Perjalanan kariernya di Facebook ternyata tidak lama. Widowati memutuskan mundur dari Facebook pada Maret ini.
ADVERTISEMENT
Kabar hengkangnya Widowati telah beredar di industri teknologi Indonesia. Hal ini juga dibenarkan oleh sumber terpercaya kumparan yang bekerja di Facebook Indonesia. "Iya, benar," kata sumber itu mengamini keputusan mundur Widowati.
Belum diketahui pasti ke mana Widowati akan berlabuh kemudian.
Juru bicara Facebook Indonesia telah mengeluarkan pernyataan resmi soal ini pada Kamis (28/3). "Wido telah memutuskan untuk mengembangkan kariernya di luar Facebook. Kami berterima kasih atas dampak positif yang telah Wido berikan selama tiga tahun terakhir dalam membantu menjalankan program-program Facebook di Indonesia dan kami berharap agar kesuksesan selalu menyertai langkah Wido ke depannya."
Widowati ditunjuk sebagai Country Director Facebook Indonesia sejak Maret 2016. Dia mendorong peran Facebook untuk berbagai industri, termasuk soal e-commerce, consumer goods, layanan finansial, sampai telekomunikasi.
Perusahaan media sosial Facebook. Foto: Dado Ruvic/Reuters
Sejumlah gebrakan diperlihatkan Facebook Indonesia di bawah kepemimpinannya, termasuk keseriusan mengatasi berita palsu dan ujaran kebencian di platform media sosial Facebook. Widowati juga mengawal Facebook Indonesia ketika perusahaan ini mengalami krisis global terkait isu penyalahgunaan data oleh Cambridge Analytica untuk memenangkan Donald Trump dalam Pemilu Amerika Serikat tahun 2016.
ADVERTISEMENT
Widowati meraih gelar master bidang finansial di University of Colorado, AS. Dia punya pengalaman panjang selama lebih dari 20 tahun bidang marketing di Asia. Sebelum di Facebook, dia bekerja di L'Oreal sebagai Vice President of Garnier South Asia. Dia juga pernah bekerja untuk Unilever selama 11 tahun dan terakhir mengurus produk kecantikan dan kulit di kawasan Asia.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan