Startup Cashlez Tetap IPO di Tengah Pandemi Virus Corona

Startup financial technology (fintech), Cashlez atau PT Cashlez Worldwide Indonesia Tbk, berencana akan melakukan rencana Penawaran Umum Perdana Saham atau Initial Public Offering (IPO) pada April mendatang.
Meski, kondisi pasar saat ini sedang menurun imbas adanya wabah virus corona, Cashlez tetap optimistis bisa melaksanakan rencana tersebut.
Menurut Presiden Direktur Cashlez, Tee Teddy Setiawan, keputusan untuk melakukan IPO telah direncanakan dalam jangka panjang, saat situasi pasar belum bergejolak akibat dampak virus corona.
"IPO ini merupakan rencana jangka panjang yang sudah disiapkan sejak lama sebelum merebaknya virus COVID-19. Adapun tujuan kami untuk IPO adalah sebagai pengembangan bisnis dan pemenuhan visi perusahaan," kata Teddy, dalam keterangan yang diterima kumparanTECH, Rabu (18/3).
Rencananya, Cashlez akan menawarkan jumlah saham sebanyak-banyaknya 300 juta saham atau 20,298 persen dari modal yang ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO. Nilai nominal Rp 12 per saham, dan dengan harga penawaran berkisar antara Rp 298 - Rp 358. Secara bersamaan, Perseroan juga menerbitkan Waran dengan rasio 1:1.
Cashlez menargetkan bisa mendapatkan Pernyataan Efektif dari Otoritas Jasa Keuangan pada 7 April dan Masa Penawaran Umum akan dilangsungkan pada 8 April. Kemudian, Pencatatan Saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) direncanakan pada 20 April.
Setelah melakukan IPO, Teddy menjelaskan rencananya seluruh dana yang diperoleh setelah dikurangi biaya-biaya emisi, sekitar 48,57 persen akan dipergunakan Perseroan untuk mengambil alih 51 persen saham PT Softorb Technology Indonesia (STI). Sisanya sekitar 51,43 persen akan digunakan sebagai modal kerja perusahaan.
Startup Cashlez berdiri sejak 2015, dan mulai beroperasi pada September 2016. Cashlez merupakan startup fintech yang menyediakan layanan sistem mPOS (mobile point of sale). Sistem ini akan mempermudah merchant mengatur dan menumbuhkan bisnisnya dengan memonitor semua transaksi penjualan merchant secara real time.
Sistem yang dikembangkan oleh Cashlez dilengkapi dengan penerimaan pembayaran menggunakan kartu, baik kartu kredit maupun kartu debit berbasis aplikasi pada smartphone (Android dan iOS) yang dihubungkan dengan card reader melalui Bluetooth.
Selain itu, merchant dapat menerima metode pembayaran digital lainnya, seperti pembayaran kode QR (LinkAja, OVO, GoPay, ShopeePay, Kredivo), Cashlez-Link untuk pembayaran e-commerce, dan pembayaran virtual account.
