Startup HarukaEdu Rebranding Jadi Pintar

17 Mei 2022 16:20
·
waktu baca 3 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Startup HarukaEdu Rebranding Jadi Pintar (303687)
zoom-in-whitePerbesar
Startup edutech Pintar. Foto: Dok. Pintar
ADVERTISEMENT
Startup teknologi edukasi (education technology/edutech) Haruka Evolusi Digital Utama atau HarukaEdu resmi rebranding nama menjadi Pintar Pemenang Asia. Perusahaan pun meluncurkan platform digital Pintar.
ADVERTISEMENT
HarukaEdu dulu dikenal dengan brand bernama Pintaria. Mereka telah berdiri sejak 2014 lalu.
Ray Pulungan selaku CEO Pintar menjelaskan, rebranding dilakukan untuk mengintegrasikan lini produk yang telah ada. Upaya ini juga demi memberikan akses pendidikan berkualitas di era digital sebagai bentuk ikut serta dalam pembangunan perekonomian yang inklusif, berdaya saing tinggi, dan berkelanjutan.
Kami menawarkan berbagai macam produk pembelajaran agar pengguna kami bisa terus mengasah potensi yang ada pada dirinya dan dapat mencapai taraf hidup yang lebih baik lagi.
- Ray Pulungan, CEO Pintar -
Startup HarukaEdu Rebranding Jadi Pintar (303688)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi belajar lewat platform edutech. Foto: Shutterstock
Sebelumnya, perusahaan edutech ini punya tiga lini produk yang meliputi Pintaria, UniEdu. dan Elena yang berdiri masing-masing. Ketiganya akan saling terintegrasi dan berubah nama menjadi Pintar Kuliah, Kursus, dan Korporasi.
Produk Pintar Kuliah memberikan akses pengguna untuk mendapat pendidikan tinggi. Platform Pintar membangun kemitraan dengan beberapa perguruan tinggi nasional untuk menghadirkan sistem manajemen pendidikan terdigitalisasi.
Pintar juga berupaya untuk menjalin relasi dengan universitas di tingkat global, agar pengguna bisa mengambil program belajar yang disediakan lewat platform Pintar.
ADVERTISEMENT
Produk kedua, Pintar Kursus, merupakan produk yang hingga saat ini masih bekerja sama dengan pemerintah, Kartu Prakerja. Pihak Pintar menyediakan beragam kelas yang dapat diambil sesuai minat dan bakat pengguna.
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Selanjutnya, produk Pintar Korporasi adalah bentuk kemitraan antara Pintar dengan beberapa perusahaan. Pintar memberikan akses pembelajaran yang fleksibel bagi perusahaan yang ingin mengembangkan skill karyawannya.

“Pendidikan tidak terbatas pada sekolah formal, atau pada metode pendidikan tertentu."

- Grace Gunawan, Head of Learning Pintar

Startup HarukaEdu Rebranding Jadi Pintar (303689)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi belajar dari platform edutech. Foto: Dicky Adam Sidiq/kumparan
Menurut Grace, hadirnya platform Pintar memberikan gambaran jika pendidikan itu dinamis dan sangat kaya cara untuk mendapatkannya, ditambah saat ini perkembangan pendidikan sudah tidak mengenal ruang dan waktu. Adanya platform Pintar, kata Grace, dapat menjadi alternatif untuk belajar dengan mengedepankan nilai kesetaraan, terutama masalah usia.
ADVERTISEMENT
Alasan lain rebranding ini juga diungkapkan oleh Ray. Ia menjelaskan, hal ini mempermudah perusahaan membangun kemitraan secara global. Selain itu, adanya nama brand terbaru ini dapat diingat dan disebut oleh banyak orang.
Sementara Shinta Kamdani, selaku Chair of B20 Indonesia 2022 yang juga hadir dalam acara peluncuran Pintar, Selasa (17/5), menekankan permasalahan missmatch antara supply dan demand tenaga kerja di Indonesia menjadi permasalahan penting. Setidaknya ada sekitar 4,6 persen tenaga kerja Indonesia yang undereducated dan 27,9 persen tenaga kerja overeducated.
Hadirnya Pintar dapat berguna sebagai jembatan untuk menapiskan skill gap di dunia kerja. Ray menjelaskan, pendekatan kemitraan dengan berbagai institusi memberikan manfaat bagi penggunanya sebagai bentuk sinergi dan kolaborasi.
Sementara Incoming Dean for School of Professional Studies, Shankar Prasad menuturkan, kehadiran platform seperti Pintar dapat memberikan kemudahan akses dengan kehadiran konten relevan dalam menjangkau banyak pengguna.
ADVERTISEMENT
Di sisi lain dari sudut pandang pengusaha, Vice President Samator Group, Imelda Harsono, menuturkan kehadiran platform semacam Pintar memberi kesempatan bagi karyawan untuk mengembangkan potensi diri tanpa terhambat pendidikan formal. Baginya, di era digital seperti ini menjadi kesempatan baik untuk menginvestasikan karyawan.
“Korporasi melihat pelatihan karyawan sebagai investasi. Ini adalah win win solution. Bagi tenaga kerja, mereka akan jadi lebih produktif. Bagi perusahaan, retention meningkat,” tutur Matthew Sinder, Chief Business Officer Pintar, dalam acara soft-launching Pintar yang digelar online, Selasa (17/5).
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020