Tekno & Sains
·
18 Desember 2020 9:52

Startup Indonesia Akurat Satu Lolos Sertifikasi Biometrik Bergengsi Dunia

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Startup Indonesia Akurat Satu Lolos Sertifikasi Biometrik Bergengsi Dunia (16436)
Startup Akurat Satu lolos 3 sertifikasi NIST Foto: Akurat Satu
PT Akurat Satu Indonesia (Akurat Satu) berhasil mengharumkan nama Indonesia dengan prestasi istimewa di bidang teknologi biometrik. Startup teknologi tersebut menjadi satu-satunya perusahaan Indonesia yang berhasil meraih sertifikasi bergengsi dunia.
ADVERTISEMENT
Sertifikasi tersebut diberikan oleh NIST, yang merupakan lembaga standardisasi yang juga merupakan laboratorium ilmu sains tertua bergengsi yang bermarkas di Amerika Serikat dengan misi untuk mendukung kreasi inovasi dan persaingan industri secara global.
Direktur Pengembangan Bisnis Akurat Satu, Rionald A Soerjanto mengatakan, perusahaannya dinyatakan lulus sertifikasi kategori FRVT 1:N (one-to-many) Identification dan FRVT 1:N Investigation yang rumit. Sebelumnya, mereka juga telah lulus sertifikasi di kategori FRVT 1:1 (one-to-one) pada September 2020 lalu.
"Menurut publikasi NIST, Akurat Satu berhasil lolos dalam dua kategori, FRVT 1:N Identification dan FRVT 1:N Investigation dengan peringkat 20 besar di dunia,” kata Rionald dalam keterangan resmi yang diterima kumparan, Kamis (17/12).
Startup Indonesia Akurat Satu Lolos Sertifikasi Biometrik Bergengsi Dunia (16437)
Ilustrasi teknologi biometrik. Foto: flickr
Peringkat tersebut lebih tinggi dari beberapa perusahaan existing biometrik, seperti Idemia, Cogent, Cognitech, HIK Vision dan Toshiba yang memiliki valuasi perusahaan hingga miliaran dolar. Bahkan, teknologi biometrik Akurat Satu hanya terpaut tipis dari segi peringkat dengan teknologi biometrik yang dimiliki Microsoft dari segi kecepatan, keakuratan, juga skalabilitas terhadap populasi besar.
ADVERTISEMENT
"1:N atau one to many adalah tes biometrik yang jauh lebih rumit. Kalau pada 1:1 sebuah foto dicocokkan hanya dengan satu foto yang berbeda, nah pada one to many (1:N) foto dicocokkan pada ratusan juta bahkan miliaran foto sekaligus, untuk menemukan matching dalam hitungan detik. Jadi kecepatan, keakuratan, dan skalabilitas terhadap jumlah foto yang banyak sangat diperlukan untuk bisa memenuhi kebutuhan yang ada di lintas industri," tandasnya.
Direktur Akurat Satu, Christian Kurniawan memaparkan, verifikasi dan identifikasi data biometrik seperti wajah manusia merupakan hal yang sangat krusial dalam dunia identifikasi dan investigasi karena menyangkut keamanan semua pihak di era digital.
"Oleh karena itu, sistem yang ada harus mampu untuk melakukan verifikasi, identifikasi dan deteksi dengan akurat dan cepat meskipun pada jutaan data yang ada. Selain itu, juga harus mampu mendeteksi hasil foto kooperatif atau non-kooperatif serta foto orang kembar sekalipun,” jelasnya.
ADVERTISEMENT
Sertifikasi teknologi biometrik Akurat Satu pada NIST dianggap membuat Asli RI VeriJelas, afiliasi dan pengguna terbesar teknologi biometrik Akurat Satu semakin mantap dalam membantu perusahaan penyedia layanan jasa keuangan, perusahaan berbasis teknologi dalam negeri dan global untuk mencegah tindak kejahatan digital yang kini marak terjadi. Bahkan, lembaga penegak hukum di Indonesia sangat terbantu dengan teknologi biometrik Akurat Satu.
"Kami turut berbangga dengan pencapaian ini, namun tidak boleh berpuas diri. Kami berkomitmen terus berinovasi dan mengembangkan teknologi yang berguna dan bermanfaat bagi industri dan masyarakat dari segi keamanan digital," kata Christian.