Tekno & Sains
·
19 November 2020 7:34

Startup Pable Sulap Limbah Tekstil Jadi Benang, Serbet hingga Karpet

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Startup Pable Sulap Limbah Tekstil Jadi Benang, Serbet hingga Karpet (126919)
searchPerbesar
Limbah Tekstil Jadi Benang, Serbet, hingga Karpet Foto: Pable
Sampah tekstil yang tidak dapat terurai semakin menumpuk di Indonesia. Menurut laporan dari majalah National Geographic, sekitar 8,2 persen sampah di Jakarta terdiri dari limbah tekstil.
ADVERTISEMENT
Masalah ini tentu perlu perhatian publik dan pemerintah. Pasalnya, risiko pencemaran lingkungan dari limbah ini sangat tinggi. Hal ini kemudian menjadi motivasi bagi sebuah perusahaan startup bernama Pable untuk segera diselesaikan.
Founder Pable, Aryenda Atma, yakin bahwa perusahaannya dapat menjadi solusi dan alternatif baru dalam pengelolaan limbah tekstil di Indonesia. Pable berusaha untuk menghadirkan ekonomi sirkular yang membuat limbah tekstil dapat terus dimanfaatkan kembali.
“Kami sangat percaya bahwa Pable dapat menghadirkan alternatif baru dalam mengonsumsi sebuah produk,” kata Atma. “Di sini kami mengolah limbah tekstil, menjadikannya benang daur ulang, serta memprosesnya kembali menjadi barang baru.”
Startup Pable Sulap Limbah Tekstil Jadi Benang, Serbet hingga Karpet (126920)
searchPerbesar
Limbah Tekstil Jadi Benang, Serbet, hingga Karpet Foto: Pable
Dilansir Indonesia Circular Forum, sebanyak 470 ribu ton bahan tekstil terbuang percuma selama proses pembuatannya. Limbah ini yang kemudian dilihat Atma dan perusahaannya sebagai potensi besar.
ADVERTISEMENT
Pable membawa teknologi untuk ‘menyulap’ bahan limbah tersebut menjadi bahan yang dapat digunakan dan dijual. Limbah tekstil tersebut diolah menjadi benang dan kain tekstil, untuk kemudian dibuat menjadi pouch, keset, serbet, keranjang, hingga karpet.
Startup Pable Sulap Limbah Tekstil Jadi Benang, Serbet hingga Karpet (126921)
searchPerbesar
Limbah Tekstil Jadi Benang, Serbet, hingga Karpet Foto: Pable
Seluruh proses produksi dari Pable dijanjikan Atma akan mengusung konsep zero waste atau tanpa limbah. Hasil produksi tersebut kemudian akan dijual untuk memberikan konsumen pilihan produk yang ramah lingkungan dan berkonsep ekonomi sirkular.
“Tak hanya itu, mereka (konsumen) juga bisa turut bertanggung jawab akan kelangsungan bumi dengan cara yang lebih ramah, sesuai dengan tagline Pable, A Sustainable Solution,” tambah Atma.
Startup Pable Sulap Limbah Tekstil Jadi Benang, Serbet hingga Karpet (126922)
searchPerbesar
Limbah Tekstil Jadi Benang, Serbet, hingga Karpet Foto: Pable
Pable dibangun oleh Atma di kota Surabaya, Jawa Timur. Atma juga menyadari besarnya potensi perusahaan buatannya dalam membantu masyarakat desa di provinsi Jawa Timur. Oleh karena itu, Atma membawa konsep “Kembali ke Desa” untuk mencari desa-desa kecil di sekitarnya yang dapat menjadi lokasi proses daur ulang limbah tekstil.
ADVERTISEMENT
“Misi kami sangat sederhana, pemberdayaan masyakarat lokal sekitar dan membantu perekonomian warga, terutama bagi mereka yang terdampak pandemi COVID-19,” ucap Atma.
“Ke depannya, Pable akan mempersiapkan pengolahan limbah post-consumer recycled yang merupakan limbah rumah tangga berbahan dasar kain melalui sistem drop box.”
Startup Pable Sulap Limbah Tekstil Jadi Benang, Serbet hingga Karpet (126923)
searchPerbesar
Limbah Tekstil Jadi Benang, Serbet, hingga Karpet Foto: Pable
Atma menargetkan tahun 2022 sebagai tahun pertama perusahaannya dapat menerapkan konsep drop box tersebut. Saat ini, Pable membuka kesempatan bagi semua pihak untuk ikut andil dalam proses bisnisnya.
Masyarakat dan industri dapat menjadi bagian dari gerakan tersebut dengan menjadi Depo untuk menerima sampah tekstil dari masyarakat dan menyosialisasikan sistem textile waste recycle.
(EDR)