Tekno & Sains
·
24 September 2018 8:07

Startup Yogya Ungkap Kekayaan Budaya Indonesia lewat Augmented Reality

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Startup Yogya Ungkap Kekayaan Budaya Indonesia lewat Augmented Reality (196)
Produk Flascard dari Clenovio. (Foto: Clenovio)
Indonesia terkenal dengan keberagaman budaya, adat istiadat, dan bahasa yang terbentang dari ujung paling barat di Sabang sampai ujung paling timur di Merauke. Clenovio, startup asal Yogyakarta, ingin membawa keberagaman itu ke dalam teknologi augmented reality (AR).
ADVERTISEMENT
Dengan teknologi ini, masyarakat khususnya anak-anak bisa mengenal dan mempelajari Indonesia lebih dekat. Inovasi tersebut diperkenalkan oleh Clenovio dalam acara Maker Fest 2018 yang diselenggarakan di Stadion Mandala Krida, Yogyakarta, pada Sabtu (15/9) sampai Minggu (16/9).
Co-Founder dan CEO Clenovio, Ambar Setyawan, memberikan contoh jika lewat aplikasinya pengguna bisa melihat Candi Borobudur dalam wujud gambar 4D berkat teknologi AR.
"Kita punya aplikasi Clenovio di Android. Terus ada tiga produk kita yang bisa digunakan dengan aplikasi Clenovio, (yaitu) flashcard, peta, dan juga kaos. Nanti saat pakai aplikasi dan kita scan gambar di produk-produk itu, akan keluar gambar 4D di ponsel," ujar Ambar, saat dijumpai di Maker Fest 2018 Yogyakarta.
"Misalnya di peta kita scan Borobudur di Yogyakarta pakai aplikasi di ponsel, nanti akan keluar gambar 4D-nya beserta informasi tulisan mengenai Borobudur," imbuhnya.
ADVERTISEMENT
Video
Menurut Ambar, gambar 4D hewan atau bangunan-bangunan bersejarah di ponsel akan menarik minat anak-anak untuk mempelajari lebih jauh apa yang mereka lihat di ponsel.
Selain bangunan-bangunan bersejarah, ada juga gambar-gambar makanan, flora, fauna, serta landmark atau tengaran, yang bisa dilihat dalam AR.
Ambar menjelaskan bahwa gambar 4D yang dihasilkan bisa digerakkan serta diatur ukurannya sesuka hati pengguna. Gambar juga dilengkapi dengan suara serta penjelasan tertulis.
Terinspirasi 'Pokemon Go'
Menariknya, apa yang dihadirkan Clenovio ini ternyata terinspirasi dari sebuah game yang pernah fenomenal di dunia, yaitu 'Pokemon Go'. Diketahui, game ini juga memanfaatkan teknologi AR yang membuat pokemon-pokemon di dalamnya terasa muncul di dunia nyata.
"Terinspirasi Pokemon (Go) dan juga masukan dari kawan-kawan akademisi untuk bisa mengembangkan hal yang mirip dengan itu agar bisa berkontribusi pada pendidikan Indonesia," jelasnya.
ADVERTISEMENT
"Clenovio adalah kolaborasi antara teknologi dengan teman-teman pendidikan," tambah Ambar.
Startup Yogya Ungkap Kekayaan Budaya Indonesia lewat Augmented Reality (197)
Chikorita dari generasi ke-2 warnai Pokemon Go. (Foto: Pokemon Go via YouTube)
Startup asli Yogyakarta
Clenovio sendiri merupakan startup asal Yogyakarta yang berdiri sejak 2016. Untuk sekarang, Clenovio baru tersedia di Android saja. Namun ke depannya Ambar menjelaskan Clenovio akan dikembangkan versi iOS-nya dan juga akan menambah konten-konten menarik lainnya.
"Kalau saat ini kami masih fokus mengembangkan konten-konten Indonesia. Ke depannya kami ingin mengembangkan konten, seperti pendidikan haji, biologi, dan lain-lainnya," ungkapnya.
Startup Yogya Ungkap Kekayaan Budaya Indonesia lewat Augmented Reality (198)
Aplikasi Clenovio. (Foto: Clenovio)
Flashcard Clenovio Nusantara menjadi produk andalan yang pertama diluncurkan. Lewat produk inilah Clenovio menampilkan konten AR dalam wujud 4 dimensi kepada penggunanya. Bukan hanya bangunan bersejarah atau hewan, produk ini juga dapat menampilkan berbagai konten lain seperti musik, budaya, flora, hingga makanan khas berbagai daerah di Indonesia.
ADVERTISEMENT
Saat ini, flashcard Clenovio Nusantara bisa dipesan secara online di situs resmi www.clenovio.com dan juga tersedia di situs e-commerce Tokopedia.