Kumparan Logo

Strategi Gojek Kejar Profit di 2023: Bikin Fitur Baru, Tepat Sasaran

kumparanTECHverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi logo Gojek. Foto: Rian Ramadhan/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi logo Gojek. Foto: Rian Ramadhan/kumparan

Gojek, di bawah payung GoTo, telah menargetkan EBITDA untuk kuartal keempat tahun 2023. Untuk mencapai profit, Gojek menerapkan beberapa strategi. Apa saja?

Secara umum, Gojek berencana untuk mendiversifikasi bisnis, memaksimalkan inovasi, serta memberikan dukungan kepada mitra dalam jangka panjang.

"(Di tahun 2023) GoTo kita mengakselerasi profitabilitas," ungkap Catherine Hindra Sutjahyo, President Unit bisnis On-Demand-Service GoTo, dalam Gojek Outlook 2023.

"Tuntutan saat ini adalah, meskipun kita dikenal sebagi tech company yang sering membagikan promo, tapi sekarang bagaimana kita re-invent ourselves untuk menjadi sustainable dan menjadi perusahaan yang terus berkembang dengan basis yang sehat."

Dari segi inovasi teknologi, Gojek akan menambah mengembangkan fitur di sektor layanan pesan antar makanan, fitur transportasi, serta layanan logistik.

President Unit bisnis On-Demand-Service GoTo, Catherine Hindra Sutjahyo. Foto: Rian Ramadhan/kumparan

Bukan lagi soal banyak-banyakan promo, tapi fitur tepat sasaran

Dengan strategi di atas, Gojek mengumumkan akan menambah fitur-fitur baru baik di GoRide, GoCar, hingga GoFood.

Untuk pesan antar makanan, Gojek akan memaksimalkan promo tepat sasaran, serta rekomendasi restoran yang lebih sesuai dengan interest user pada saat-saat tertentu. Langkah ini akan mengandalkan machine learning sebagai tools pembuat user profiling serta generator rekomendasi.

Gojek juga memperkenalkan fitur pengaturan jadwal order GoFood, agar pengguna bisa memesan makanan lebih awal. Gojek juga mempermudah aksesibilitas pemesanan GoFood, melalui aplikasi Tokopedia hingga web.

Fitur baru GoRide dan GoCar

Di sektor transportasi, Gojek bakalan menambah diversifikasi layanan seperti alokasi prioritas. Pelanggan, dengan spending power lebih, dapat membayar lebih banyak untuk mendapat orderan lebih cepat lewat layanan GoCar Lux dan Go Car XL.

Lalu ada promo GoPay Coin yang bisa digunakan di lintas aplikasi (Gojek - Tokopedia). Dari segi layanan logistik, Gojek bakalan menambah moda transportasi, seperti GoSend Car yang bisa menampung lebih banyak ruang dan penumpang dibanding GoRide.

Di sektor pengiriman akan ada fitur draft order pemesan bisa melakukan order dan menyimpannya sebelum mengeksekusi.

Ada lagi mode hemat di GoFood. Fitur ini bisa memaksimalkan penemuan restoran/merchant dalam radius terdekat dari pengguna. Tujuannya tak lain untuk menekan biaya serta agar driver dapat menyelesaikan 1 orderan dalam waktu yang lebih singkat.

Selain Jakarta, Gojek juga ekspansi GoTransit di jaringan commuter line Solo - Yogyakarta.

Deputi Kemenko Perekonomian, Mohammad Rudy Salahuddi, President Unit bisnis On-Demand-Service GoTo, Catherine Hindra Sutjahyo, dan Ekonom UI, Fithra Faisal Hastiadi. Foto: Rian Ramadhan/kumparan

Dukungan mitra jangka panjang

Gojek menyediakan pelatihan bagi UMKM yang bergabung di GoFood. Untuk driver, Gojek meluncurkan Gojek Swadaya yang membantu menekan pengeluaran dari driver mitra.

Meski begitu, belum ada rincian detail bagaimana program ini akan bekerja. Gojek juga memberi pelatihan melalui program GoBiz, COMPAG, Bengkel Belajar Pintar, Ruang Belajar GoSend, dan banyak lainnya.

Tiga strategi besar ini diharap dapat membuat konsumen tetap loyal menggunakan layanan Gojek. Begitu juga langkah ini juga sekaligus diharap dapat memberi dukungan kepada driver mitra dan UMKM dalam jangka panjang.