Kumparan Logo

Strategi Omnichannel Pacu Pendapatan Blibli Tumbuh 34% di 2025

kumparanTECHverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Gudang Blibli di Marunda, Jakarta Utara. Foto: Najma Ramadhanya/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Gudang Blibli di Marunda, Jakarta Utara. Foto: Najma Ramadhanya/kumparan

PT Global Digital Niaga Tbk (Blibli) menunjukkan resiliensi di tengah tekanan daya beli konsumen dan persaingan ketat di sektor e-commerce, dengan mencatat pertumbuhan Pendapatan Neto konsolidasian. Kenaikannya sebesar 34% menjadi Rp 22.361 miliar sepanjang tahun penuh 2025 (FY25), dan 55% menjadi Rp 7.122 pada periode kuartal ke-4.

CEO and Co-Founder Blibli, Kusumo Martanto, mengatakan hasil ini merupakan buah dari fokus perusahaan dalam membangun ekosistem omnichannel yang terintegrasi dan mampu bertahan yang menciptakan nilai bagi pelanggan.

Kami meningkatkan pendapatan secara signifikan sekaligus meningkatkan kinerja profitabilitas kami —kombinasi yang mencerminkan kualitas eksekusi kami.

- Kusumo Martanto, CEO & Co-Founder Blibli

"Pergeseran yang direncanakan ke berbagai kategori dengan marjin lebih tinggi dan memiliki diferensiasi kompetitif terus membuahkan hasil melalui perluasan tingkat pangsa pasar, sementara peningkatan skala strategi omnichannel kami telah meningkatkan laba bruto sebelum diskon secara absolut dan throughput ekosistem secara keseluruhan," ujar Kusumo dalam pernyataan resmi, Selasa (31/3).

CEO & Co-Founder Blibli, Kusumo Martanto memeberikan sambutan pada acara Midnight Lounge di Senayan Park Dome, Jakarta (4/11). Foto: Aditia Noviansyah/kumparan

Pertumbuhan pendapatan ini terutama didorong oleh volume penjualan smartphone yang lebih tinggi secara omnichannel. Kinerja positif juga terlihat dari peningkatan Take Rate konsolidasian yang naik dari 6,9% pada FY24 menjadi 8,5% pada FY25.

Blibli terus memperluas kehadiran ritel secara fisik. Hingga akhir 2025, perusahaan telah mengoperasikan:

  • 269 toko elektronik konsumen (naik signifikan dari 204 toko pada tahun sebelumnya)

  • 57 gerai supermarket premium melalui Ranch Market

  • 39 experience centers Dekoruma untuk kategori home & living

Meskipun menghadapi persaingan ketat di sektor e-commerce, Blibli berhasil memperbaiki struktur biaya. Beban operasional terhadap Total Processing Value (TPV) turun dari 7,4% menjadi 7,1%. Hal ini berdampak pada perbaikan kinerja EBITDA terhadap TPV sebesar 60 bps secara tahunan.

Integrasi ekosistem juga mencapai tonggak sejarah baru dengan implementasi penuh Keanggotaan Terpadu dan Blibli Tiket Rewards yang kini menghubungkan Blibli, tiket.com, Ranch Market, dan Dekoruma dalam satu platform loyalitas.

Menatap tahun 2026, CFO Blibli Ronald Winardi optimis tapi tetap waspada terhadap tantangan ekonomi global. Perseroan menargetkan pertumbuhan Pendapatan Neto sebesar 15-20% pada tahun 2026 dengan fokus berkelanjutan pada peningkatan marjin dan efisiensi biaya.