Kumparan Logo

Tari Rangkuk Alu Jadi Google Doodle Hari Ini, Hiasi Laman Mesin Pencari

kumparanTECHverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Tari Rangkuk Alu jadi Google Doodle pada Senin (29/4). Foto: Google
zoom-in-whitePerbesar
Tari Rangkuk Alu jadi Google Doodle pada Senin (29/4). Foto: Google

Google Doodle hari ini, Senin (29/4), berbeda dari kebiasaannya mengangkat tokoh penting atau hari bersejarah. Kali ini, ilustrasinya soal Tari Rangkuk Alu.

Untuk memperingatinya, Google menghadirkan animasi yang menampilkan salah satu gerakan tarian tradional Indonesia itu, yakni manuver kaki melalui bambu bergerak. Ilustrasi ini muncul di laman depan mesin pencari Google.

Doodle animasi ini merayakan Tari Rangkuk Alu, sebuah gaya tarian yang berasal dari permainan tradisional Rangkuk Alu di Manggarai, Indonesia, yang melibatkan manuver melalui jaring bambu yang bergerak.

- Google -

Tari Rangkuk Alu merupakan tarian yang berasal dari Kabupaten Manggarai, Flores, Nusa Tenggara Timur. Seni tari ini biasanya dilakukan warga lokal saat Bulan purnama setelah panen, dan menjadi cara menarik untuk terhubung dengan budaya mereka.

Tari Rangkuk Alu jadi Google Doodle pada Senin (29/4). Foto: Google

Dulu Tari Rangkuk Alu adalah permainan tradisional bernama Rankuk Alu atau Ranku Alu. Pemain bisa dari segala usia, tidak ada batasan umur.

Sejumlah tongkat bambu disusun membentuk jaring persegi kotak. Beberapa pemain menggerakkan tongkat bambu dengan irama, sementara pemain lain fokus melangkah dari satu kotak ke kotak lain sembari menghindari bambu.

Lompatan yang berirama membuat permainan ini berkembang menjadi tarian. Instrumen musik seperti drum gan gambang tak jarang menjadi pelengkap irama pemukulan tongkat bambu.

Pemula umumnya menggunakan sedikit bambu sehingga polanya lebih sederhana. Sementara itu, mereka yang profesional memakai tongkat yang lebih banyak, menuntutnya bermanuver ke berbagai arah di sekitar tepi dan tengah jaring bambu.

Tari Rangkuk Alu bisa untuk melatih ketangkasan, keseimbangan, dan koordinasi. Tarian tradisional ini juga memiliki nilai spiritual dan filosofis yang dipercaya Suku Manggarai.