Kumparan Logo

Telkom Lanjutkan Transformasi Perusahaan Lewat Strategi Five Bold Moves

kumparanTECHverified-green

·waktu baca 3 menit

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi Telkom. Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Telkom. Foto: Shutter Stock

Di awal tahun 2024, Telkom Indonesia akan terus melanjutkan langkah transformasinya dari telco-company menjadi digital company. Transformasi ini dilakukan dengan menerapkan strategi utama perusahaan "Five Bold Moves" yang dijalankan untuk memaksimalkan peluang pertumbuhan dan memenuhi kebutuhan pasar yang semakin demanding.

Direktur Group Business Development Telkom, Honesti Basyir, mengatakan "Five Bold Moves" perlu dilakukan untuk membangun keunggulan kompetitif melalui di tiga pilar bisnis digital Telkom, yaitu digital connectivity, digital platform, dan digital services.

Strategi ini juga dilakukan untuk memperkuat posisi Telkom sebagai perusahaan telekomunikasi digital yang menciptakan nilai lebih tinggi bagi para pemangku kepentingan perusahaan, serta memaksimalkan peluang, meningkatkan daya saing, dan value creation dalam menghadapi tantangan di masa depan.

Pada pilar digital connectivity, misalnya, Telkom mencanangkan inisiatif Fixed Mobile Convergence (FMC), dan InfraCo. Implementasi FMC ini salah satunya dilakukan dengan mengintegrasikan IndiHome ke Telkomsel yang telah dilakukan pada 1 Juli 2023 lalu.

Ini dilakukan guna memperkuat penetrasi pasar, efisiensi biaya, hingga untuk memberikan pengalaman terbaik buat pelanggan pada layanan fixed network (jaringan kabel) dan mobile network (jaringan seluler).

Sementara implementasi Infraco dilakukan dengan cara konsolidasi pada infrastruktur telekomunikasi yang memungkinkan adanya berbagai jaringan demi mengoptimalkan potensi dan valuasi, mencakup infrastruktur jaringan fiber optik dan menara seluler.

Honesti Basyir, Direktur Group Business Development Telkom. Foto: Habib Allbi Ferdian/kumparan

Kemudian, pada pilar bisnis digital platform terdapat inisiatif Data Center Co dan B2B Digital IT Service Co. Honesty mengatakan, Data Center Co merupakan satu program bisnis yang kini dijalankan oleh Telkom. Tujuannya adalah untuk me-monetize potensi-potensi ekonomi digital yang ada di Indonesia.

“Kita tahu Indonesia adalah negara yang paling tinggi pertumbuhan digital ekonominya. Indonesia itu populasinya sangat besar, ekosistem digitalnya juga sangat tinggi. Kalau kita tidak bisa memiliki suatu bisnis yang bisa mengkonsol semua data yang ada dalam satu platform data center, kita mungkin tidak akan bisa me-monetize benefit dari digital ekosistem itu sendiri,” ujar Honesty dalam acara media gathering, di Jakarta Selatan, Kamis (1/2).

Ini juga dilakukan sebagai langkah untuk memisahkan fokus bisnis Telkom selaku induk perusahaan pada B2B dan anak perusahaannya yang fokus pada B2C.

Sedangkan pilar bisnis digital services ada inisiatif DigiCo. Implementasi DigiCo dilakukan pada perusahaan rintisan atau startup. Salah satu yang menjalankannya adalah Metra Digital Inovasi (MDI), yang merupakan anak perusahaan Telkom. MDI adalah ventures company yang ditujukan untuk membangun para pebisnis muda dalam meningkatkan kekuatan bisnisnya melalui dukungan investasi yang berfokus pada Digital Ads, Fintech, E-Commerce, IoT, Big Data dan lain-lain.

MDI juga merupakan bentuk komitmen Telkom dalam mendukung pertumbuhan dunia kewirausahaan digital serta pembangunan ekosistem startup di Indonesia dan global.

Dengan begitu, tahun 2024 Telkom akan tetap fokus mengeksekusi lima strategi utama perusahaan dengan tetap berlandaskan pada tiga domain bisnis Telkom yakni, digital connectivity, digital platform, dan digital services.

“Jadi sekarang kita tidak lagi menyebut telco-company, tetapi kita adalah perusahaan telco yang sedang bertransformasi menjadi digital company. Pada saat kita ngomong soal digital, maka strateginya adalah ekosistem. Kita punya connectivity-nya, kita punya trafficnya, five bold-nya, kita punya platformnya. Itu nanti akan mengintegrasikan dari hulu ke hilir semua yang disebut dengan ekonomi berbasis digital,” papar Honesty.