Telkomsel dan PlusTik Sulap Sampah SIM Card Jadi HP Holder dan Paving Block
ยทwaktu baca 3 menit

Telkomsel mengolah sampah plastik dari kemasan dan cangkang SIM card untuk diubah menjadi smartphone holder dan juga pavement block. Upaya daur ulang ini bekerja sama dengan PlusTik, startup pengelola sampah.
Daur ulang sampah SIM card ini merupakan kampanye 'Jaga Bumi', program corporate social responsibility (CSR) yang diluncurkan Telkomsel di Bali, Kamis (20/10). Perusahaan berkomitmen mengolah sampah yang diproduksinya.
Saki Hamsat Bramono, Vice President Corporate Communications Telkomsel, mengatakan semua operator yang ada di Indonesia menghasilkan sampah plastik yang luar biasa besar. Salah satu kontribusi terbesarnya dari produksi SIM card.
"Kita sempat cek bahwa di Indonesia produksi SIM card, termasuk packaging-nya, hampir sekitar 200 juta pieces," katanya dalam peluncuran program Telkomsel Jaga Bumi di Bali, Kamis (20/10).
Ini membuat kami semua bergerak bagaimana kita selama ini belum pernah mengolah sampah plastik dari outlet, dari reseller kita, sampah plastik itu biasanya dibuang begitu saja tanpa pengolahan. Itu yang membuat kita mempunyai ide dan juga semangat untuk bisa mengolahnya.
- Saki Hamsat Bramono, Vice President Corporate Communications Telkomsel -
Telkomsel akan mengumpulkan sampah plastik kemasan maupun cangkang SIM card dari outlet dan reseller-nya yang ada di Bali. Tak hanya Telkomsel, sampah kartu perdana dari semua operator Indonesia juga dikumpulkan.
Sampah plastik tersebut kemudian akan diambil oleh PlusTik untuk didaur ulang menjadi sejumlah produk. Saat ini hasil olahannya berupa handphone (HP) holder dan pavement block.
Smartphone holder bakal didistribusikan kembali ke outlet reseller dan dapat digunakan untuk ponsel yang di-display. Untuk produk pavement block akan digunakan Telkomsel sebagai bahan material untuk kebutuhan renovasi maupun pembangunan fasilitas gedung baru di masa mendatang.
Meski kuantitas limbah dari SIM card bisa mencapai jutaan unit, bobot yang dihasilkan setelah dikumpulkan bisa hanya sekitar 100 kilogram. Untuk bisa daur ulang dalam jumlah besar, PlusTik menambahkan sampah plastik campuran yang pengumpulannya dibantu Telkomsel.
"Selain mengurusi sampah plastiknya sendiri, Telkomsel juga membantu PlusTik untuk mengurangi sampah plastik campuran dari TPA di Bogor. Nanti dua sampah tadi dicampur, kita proses untuk menjadi mobile holder dan juga paving block," ujar Reza Hasfinanda, CEO PlusTik.
Saki menambahkan, kampanye daur ulang SIM card ini baru dimulai di Bali. Rencananya Telkomsel akan memperluas programnya ke wilayah lain, seperti Jabodetabek dan Jawa Barat.
"Piloting pertama di Bali, lalu kita next akan gerak di area Jabodetabek dan Jabar untuk kita semua kumpulkan sampah plastik dari cangkang SIM card dan juga packaging dan kita olah menjadi paving block dan juga smartphone card holder," tambah Saki.
