Kumparan Logo

Telkomsel Tambah Investasi di Gojek, Nilainya Rp 4,25 Triliun

kumparanTECHverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Telkomsel berinvestasi di Gojek sebesar Rp 2,1 triliun. Kedua perusahaan akan menjalankan sejumlah langkah strategis. Foto: Telkomsel
zoom-in-whitePerbesar
Telkomsel berinvestasi di Gojek sebesar Rp 2,1 triliun. Kedua perusahaan akan menjalankan sejumlah langkah strategis. Foto: Telkomsel

Operator telekomunikasi Telkomsel akhirnya umumkan investasi mereka yang kedua di raksasa ride hailing Gojek. Dalam investasi yang kedua ini, Telkomsel menyuntik dana sebesar 300 juta dolar AS atau sekitar Rp 4,25 triliun.

Jumlah investasi kali ini lebih besar dua kali lipat ketimbang investasi Telkomsel yang pertama di Gojek pada November 2020, yang nilainya 150 juta dolar AS.

"Investasi lanjutan dari Telkomsel menjadi penegas akan kesamaan visi dari kedua perusahaan yang sama-sama lahir dan berkembang untuk menjawab masalah nyata di tengah masyarakat melalui inovasi digital dan teknologi, dengan semangat untuk melayani dan memajukan negeri," jelas Setyanto Hantoro, Dirut Telkomse, dalam keterangan resmi, Senin (10/5).

"Maka dari itu, Telkomsel menatap optimis upaya penanaman modal terbaru ini akan membuka lebih banyak peluang bagi masyarakat untuk melihat dan menikmati lebih banyak inovasi berbasis teknologi terdepan karya anak bangsa."

Logo Telkomsel 5G. Foto: Telkomsel

Menurut keterangan Setyanto kepada Reuters pada akhir bulan lalu, pihaknya memiliki opsi untuk berinvestasi hingga 450 juta dolar AS dalam waktu satu tahun investasi pertama. Keputusan untuk mengaktifkan investasi tambahan, kata Setyanto, diambil Telkomsel "setelah melihat hasil positif" dari investasi pertama.

"Sebagai digital telco company, kami terus melakukan pengembangan berkelanjutan yang melampaui kemampuan konektivitas, dengan terus mengembangkan industri digital di Indonesia melalui kontribusi keunggulan Telkomsel dan Gojek, baik dalam bidang keahlian maupun inovasi," tambah Setyanto. "Kebutuhan masyarakat Indonesia yang terus berkembang membutuhkan ekosistem yang holistis, dan hal tersebut dapat diwujudkan melalui sinergi antara kedua perusahaan."

Telkomsel menjelaskan, investasi ini akan melengkapi sinergi mereka dan Gojek yang telah dijalin. Keduanya juga akan menjalankan lebih banyak upaya kolaboratif strategis yang mampu mengakselerasikan adopsi gaya hidup digital, mendorong lebih banyak pelaku bisnis dalam memanfaatkan platform online, hingga mengembangkan kualitas dan daya saing teknologi serta talenta digital Tanah Air.

"Kami bangga berkesempatan untuk dapat memperkuat momentum kemitraan strategis bersama Telkomsel sebagai pemimpin pasar telekomunikasi di Indonesia. Pendanaan lanjutan Telkomsel jelas akan mengoptimalkan sumber daya dan keahlian teknologi dari masing-masing perusahaan untuk berinovasi dan memperluas manfaat ekonomi digital bagi lebih banyak konsumen, mitra driver, dan pelaku UMKM di seluruh Indonesia," kata Co-CEO Gojek, Andre Soelistyo.

"Kami percaya sekaligus berkomitmen bahwa kemitraan ini akan mendukung percepatan transformasi digital Indonesia yang akan memperkuat posisi Indonesia sebagai pemimpin pasar ekonomi digital di Asia Tenggara."

Pengemudi ojek daring mengenakan sekat pelindung saat menunggu penumpang di kawasan jalan Kendal, Jakarta, Rabu (10/6). Foto: Galih Pradipta/ANTARA FOTO

Gojek sendiri saat ini sedang dirumorkan untuk merger dengan raksasa e-commerce, Tokopedia. Hasil perusahaan gabungan kedua startup itu, yang disebut-sebut bernama GoTo, akan memiliki valuasi hingga 18 miliar dolar AS.

Menurut narasumber anonim kepada Reuters, investasi tambahan Telkomsel akan menjadikan mereka salah satu dari delapan investor teratas GoTo, bersama dengan perusahaan lain seperti Google, Alibaba, dan Softbank.