Tenor Respons Permintaan Kominfo, Siap Filter GIF Porno di WhatsApp

Kementerian Komunikasi dan Informatika pada Senin kemarin (6/11) mengambil langkah blokir akses Internet terhadap situs web dan aplikasi Tenor yang menyuplai konten GIF di WhatsApp dan di antaranya ada gambar yang mengandung pornografi.
Penyuplai gambar GIF di WhatsApp sebenarnya bukan cuma Tenor, karena ada nama besar Giphy juga di sana yang menyediakan banyak sekali gambar GIF. Namun, Kemkominfo hanya memblokir Tenor karena belum menyatakan komitmen untuk patuh aturan yang berlaku di negeri. Sementara itu, Giphy tidak ikut diblokir, lantaran situs yang satu sudah berkomitmen untuk ikut aturan main pemerintah Indonesia.
Keputusan Kemkominfo memblokir Tenor itu juga dibarengi dengan pengiriman surat yang mengajak Tenor untuk bekerjasama dalam arti mengikuti aturan yang berlaku di Indoensia, dan jika hal itu dilakukan, besar kemungkinan layanan Tenor akan dibuka kembali di Indonesia.
Tak lama setelah aksi itu, Kemkominfo menyatakan bahwa Tenor sudah merespons surat resmi dari pemerintah Indonesia dan menyatakan bersedia untuk bekerjasama dalam memfilter konten negatif, termasuk konten GIF yang ada di WhatsApp.
Dari Giphy.com dan Tenor.com sudah memberikan responsnya. Giphy sejak dihubungi langsung memberikan tanggapan dan melakukan upaya yang diminta Indonesia. Tenor.com juga sudah menjawab dan akan kerja sama.
Saat ini Tenor masih berstatus diblokir oleh Kemkominfo dan sejumlah perusahaan telekomunikasi sudah mematuhi arahan Kemkominfo untuk memblokir 6 domain name server (DNS) Tenor, antara lain tenor.com, api.temor.com, blog.tenor.com, qa.tenor.com, media.tenor.com, serta media1.tenor.com.
Tenor sendiri adalah sebuah startup asal San Francisco, California, AS, yang berdiri sejak 2014 sebagai penyedia layanan untuk membuat dan menampung konten GIF dari para penggunanya. Sebelumnya, perusahaan ini dikenal dengan nama Riffsy.
Dengan Tenor sudah mulai merespons, ada kemungkinan layanan ini bakal dibuka kembali aksesnya di Indonesia. Seorang juru bicara Tenor, Jennifer Kutz, berkata kepada Reuters bahwa perusahaan sedang bekerja "menangani masalah konten yang diminta oleh pemerintah Indonesia dalam 48 jam ke depan."
Kutz mengatakan bahwa perusahaan secara teratur bekerja dengan "entitas lokal untuk memastikan kontennya mencerminkan adat budaya dan persyaratan hukum."
Sejauh ini Tenor telah menunjukkan sikap responsif untuk memfilter pencarian hasil gambar yang berpotensi tidak pantas untuk dikonsumsi sebuah wilayah atau negara.
"Dalam kasus WhatsApp, kami bertanggungjawab atas ini," kata Kutz, dikutip dari Reuters.
WhatsApp, dalam sebuah pernyataan kepada kumparan (kumparan.com), telah menyatakan bahwa mereka tidak bisa memfilter konten GIF yang dikirim oleh pengguna karena semua pesan yang terkirim telah dienkripsi secara end-to-end. Namun, WhatsApp mengaku sudah berkoordinasi dengan pemerintah dan secara langsung akan kerja sama dengan layanan pihak ketiga dalam memonitor konten GIF mereka.

Plt Kepala Biro Humas Kemkominfo, Noor Iza, berkata saat ini tim teknisnya masih melakukan pengecekan dan forensik atas perbaikan dan kerja sama yang telah diberikan Tenor. Jika sudah ada perbaikan dari sisi WhatsApp, Tenor, juga Giphy, Kemkominfo akan kembali menggelar jumpa pers pada Rabu, 8 November 2017.
Di hari itu pula, adalah tenggat waktu yang diberikan kepada WhatsApp dari Kemkominfo dalam waktu 48 jam untuk membenahi konten negatif yang berada di layanannya.
