Tentara Ukraina Sulap Konsol Game Steam Deck Jadi Pengontrol Senjata
·waktu baca 2 menit

Steam Deck ternyata punya fungsi lain selain dipakai buat main game. Oleh tentara di Ukraina, konsol genggam itu disulap menjadi pengontrol turret senjata api otomatis berkaliber tinggi.
Sistem itu diberi nama ‘Sabre’. Media lokal Ukraina, TPO Media, memposting penampakan Sabre di Facebook yang memperlihatkan sejumlah tentara sedang membongkar pasang senapan mesin PKT , dengan satu orang di antaranya memegang Steam Deck.
Konsol game tersebut dilaporkan digunakan untuk mengontrol senapan laras panjang dari jarak jauh, mulai senjata anti-tank berkaliber besar hingga AK-47.
Senapan mesin PKT sendiri merupakan senjata berkaliber besar yang tak memiliki popor, dan biasanya terpasang di kendaran seperti mobil berarmor. PKT ini punya trigger solenoid yang bisa ditembakkan secara jarak jauh.
Steam Deck, yang diluncurkan perusahan game Valve pada 2022 lalu, adalah konsol genggam yang berjalan di sistem operasi Linux. Namun pengguna bisa menggantinya ke Windows.
Sistem Sabre sendiri bukan pertama kali digunakan. Sistem sejenis (dengan remot bukan Steam Deck) sudah digunakan setidaknya sejak 2014, ketika Rusia mencaplok Crimea.
Kali ini, Sabre terlihat jauh lebih mewah daripada prototipe awalnya. Sabre versi 2023 memiliki rangkaian optik yang meriah di bagian depannya selain dikendalikan oleh Steam Deck.
Idenya adalah ini dapat digunakan di pos pemeriksaan dan lokasi lain di mana seorang prajurit mungkin ingin melihat target dan menembakkan senjata tetapi menghindari tembakan langsung dari musuh.
Jenis turret ini bukanlah hal baru. Korea Selatan telah mempelopori seni turret otomatis di sepanjang DMZ (demilitarized zone) dengan Korea Utara, sementara Israel telah mengerahkan turret bertenaga AI di Tepi Barat.
Sistem itu, Smartshooter, mirip dengan Sabre. Dibutuhkan senapan dan memasangnya ke dalam sistem turret yang dapat dioperasikan manusia dari jarak jauh.
