Kumparan Logo

Tiga Kegaduhan Internet Bikin Resah Pencipta WWW

kumparanTECHverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tim Berners-Lee (Foto: Paul Clarke (CC BY-SA 4.0) via Wikimedia Commons)
zoom-in-whitePerbesar
Tim Berners-Lee (Foto: Paul Clarke (CC BY-SA 4.0) via Wikimedia Commons)

Sir Tim Berners-Lee si penemu World Wide Web (WWW) ternyata punya kegelisahan tersendiri terkait berita palsu (hoax) dan penyalahgunaan data yang belakangan beredar deras memanfaatkan teknologi WWW yang diciptakannya dan Internet.

Keresahaan itu dia tuangkan dalam sebuah surat terbuka di situs organisasi Web Foundation, sekaligus sebagai penanda ulang tahun World Wide Web yang ke-28 tahun di 2017 ini.

"Selama 12 bulan terakhir, saya telah menjadi sangat khawatir tentang tiga tren baru, yang saya percaya harus kita cegah agar situs web memenuhi potensi yang sebenarnya sebagai alat yang melayani semua umat manusia," tulis Tim di Web Foundation.

Tiga hal yang menjadi perhatian Berners-Lee selama satu tahun terakhir itu adalah: penyalahgunaan data pribadi, mudahnya informasi bohong menyebar, dan iklan politik yang semakin tidak etis.

Penyalahgunaan Data Pribadi

Data pribadi adalah harga yang harus dibayarkan sebagian besar orang untuk layanan online gratis. Namun, bagi Tim, kita telah salah kaprah membiarkan perusahaan Internet mengelola informasi tersebut tanpa disadari dan sepengetahuan si pemilik data.

Dampak lainnya adalah perusahaan tersebut bisa saja bekerja sama dengan pemerintah, sehingga data pribadi dimanfaatkan pemerintah untuk memantau pergerakan online kita yang dapat melewati atau bahkan melanggar hak privasi.

Mudahnya Informasi Bohong Menyebar

Bagi Tim, penyebaran informasi bohong atau hoax bagaikan api. Hoax dapat dengan mudah ditemukan di situs media sosial atau mesin pencari berdasarkan algoritma yang dipelajari dari kebiasaan pengguna.

Apalagi kebanyakan tautan yang diklik oleh pengguna dapat menghasilkan uang bagi si pemilik situs. Ini memungkinkan orang dengan niat buruk dapat memainkan sistem untuk menyebarkan informasi yang salah demi keuntungan finansial atau politik.

Iklan Politik yang Makin Tidak Etis

Perhatian terakhir Tim adalah perlu adanya transparansi dan pemahaman tentang iklan politik. Menurutnya, ada indikasi beberapa iklan politik - di AS dan di seluruh dunia - digunakan dengan cara yang tidak etis, seperti mengarahkan pemilih ke situs berita palsu atau menjauhkannya dari tempat pemungutan suara.

Target iklan memungkinkan kampanye untuk mengatakan sama sekali berbeda dengan tujuannya, sehingga bisa menyebabkan terjadinya konflik dengan kelompok yang berbeda suara.

Tim mengakui solusi untuk ketiga masalah kompleks ini tidaklah simpel. Dirinya mengajurkan untuk bekerja sama dengan perusahaan web untuk menempatkan tingkat wajar kontrol data kembali di tangan pengguna, termasuk menjelajahi model pendapatan alternatif seperti langganan dan pembayaran mikro.

Ia juga menyarankan untuk berjuang melawan pemerintah yang telah melanggar hak privasi pengguna selama dijangkau dalam undang-undang pengawasan, termasuk melalui pengadilan.

Dan yang tidak ketinggalan adalah melawan informasi bohong dengan mendorong perusahaan Internet, seperti Facebook dan Google, untuk melanjutkan upayanya memerangi masalah ini, serta menutup "kelemahan Internet" dalam regulasi kampanye politik.