Tiga Perusahaan Penentu Nasib Ponsel BlackBerry

Sejak BlackBerry memutuskan untuk tak lagi memproduksi ponsel pintar secara mandiri, perusahaan asal Kanada itu ternyata ingin terus meraih laba dari bisnis yang dahulu pernah membesarkan namanya. Lisensi merek dagang ponsel pintar akhirnya ditempuh untuk memenuhi mimpi itu.
Sejauh ini, sudah ada tiga perusahaan yang dipercaya akan meneruskan perjalanan sekaligus jadi ujung tombak penentu nasib ponsel BlackBerry berbasis Android. Ada yang dipercaya untuk menggarap pasar global, dan ada juga yang khusus menggarap pasar yang dulu adalah basis kuat BlackBerry.
Berikut ini daftar nama perusahaan dan basis operasinya:
BB Merah Putih
Mitra pertama yang ditunjuk oleh BlackBerry adalah BB Merah Putih. Perusahaan ini dipercaya untuk memproduksi, mendistribusikan, dan memberi layanan ponsel merek BlackBerry bagi pasar Indonesia. Kesepakatan ini dilakukannya pada September lalu.
BB Merah Putih merupakan perusahaan patungan yang dipimpin oleh perusahaan perangkat telekomunikasi PT Tiphone Mobile Indonesia Tbk, yang berafiliasi dengan perusahaan telekomunikasi milik negara, PT Telekomunikasi Indonesia (Telkom).
TCL Communication Technology Holdings
TCL Communication Technology Holdings asal China dipercaya untuk memegang lisensi merek ponsel BlackBerry dalam ruang global, yang berarti punya hak memproduksi sampai menjual.
Ponsel perdana merek BlackBerry yang diproduksi TCL telah menampakkan diri di pameran Consumer Electronics Show (CES) 2017, Januari lalu. Sejauh ini belum jelas target pasar dari produk tersebut.
Optiemus Infracom
BlackBerry memantapkan bisnis lisensi merek ponselnya di India dan negara sekitarnya. Perusahaan bernama Optiemus Infracom ditunjuk sebagai pemegang lisensi yang berhak memproduksi, menjual, dan memberi layanan purna jual terhadap ponsel merek BlackBerry di negara India, Sri Lanka, Nepal dan Bangladesh.
Tidak disebutkan nilai transaksi di balik kesepakatan ini, namun analisis dari Wells Fargo mengestimasi BlackBerry mendapatkan hasil lisensi sebesar 1 dollar AS per perangkat dari target 7 juta unit yang bisa dijual.
Akankah ketiga perusahaan ini memperpanjang napas BlackBerry di industri ponsel? Seberapa kuat harapannya mengembalikan kejayaan BlackBerry? Waktu akan menjawab semuanya.
