Tips Fotografi: Mengenal 8 Jenis Kamera, Fungsi hingga Harganya
·waktu baca 5 menit

Kamera menjadi salah satu alat paling penting jika ingin memasuki dunia fotografi. Ada beragam jenis kamera yang bisa digunakan tentunya dengan harga dan kualitas kamera yang berbeda.
Nah, sebelum terjun ke dunia fotografi tak ada salahnya mengetahui beberapa jenis kamera dan fungsinya.
Berikut delapan jenis kamera beserta fungsinya yang telah dirangkum oleh tim foto kumparan.
1. Kamera Digital Single Lens Reflex (DSLR)
Kebanyakan pemula maupun profesional di dunia fotografi memilih kamera DSLR sebagai alat utama untuk memotret.
Seperti pendahulunya di era analog, Digital Single Lens Reflex Camera ini juga memiliki banyak fitur yang berguna untuk bisa menghasilkan foto-foto yang menarik.
Kamera DSLR juga punya kategori sendiri. Mulai dari entry level, semi pro, sampai pro.
Semakin tinggi levelnya, maka akan semakin canggih pula fitur yang dimilikinya. Harganya pun menyesuaikan fitur dan kualitas kamera yang didapatkan.
Jika dibandingkan dengan kamera digital yang lainnya, kamera DSLR juga punya varian lensa yang paling banyak. Mulai dari yang bersudut lebar seperti lensa fisheye, hingga lensa zoom yang dapat mencapai lebih dari 500 mm.
Untuk harga berkisar antara Rp 2,5 Juta hingga lebih dari Rp 100 juta
2. Kamera Single Lens Reflex (SLR)
Kamera Single Lens Reflex (SLR) merupakan pendahulu DSLR. Bedanya, jelas ada pada teknologinya.
Kamera SLR merupakan kamera analog yang masih menggunakan film 36 MM. Meski masih dioperasikan secara manual, saat ini popularitas SLR bisa dibilang sedang naik daun.
Hal tersebut dikarenakan banyak orang yang penasaran dengan sensasi menggunakan kamera manual tersebut.
Untuk saat ini kamera SLR sudah tidak diproduksi, namun masih bisa dibeli melalui marketplace atau bisa mencarinya seperti di Pasar Baru, Jakarta Pusat. Untuk harga bekasnya berkisar antara Rp 350 hingga di atas Rp 3 juta.
3. Compact Digital atau Kamera Pocket
Compact Digital atau Kamera Pocket merupakan kamera digital yang paling sederhana. Ukurannya yang minimalis dan bisa masuk ke kantong membuat kamera ini jadi pilihan alternatif bagi pemula.
Kamera Pocket biasanya dipilih oleh mereka yang hanya butuh kamera sekadar pengambilan gambar saja.
Meski fitur yang dimiliki kamera ini bisa dibilang standar, namun, kamera ini memiliki mobilitas yang tinggi.
Kamera saku cocok untuk digunakan pada acara-acara di dalam ruangan, acara luar ruangan yang tidak terlalu membutuhkan zoom, dan dokumentasi-dokumentasi standar.
Harganya berkisar antara Rp 1,5 Juta hingga di atas Rp 5 juta.
4. Kamera Mirrorless
Fitur kamera mirrorless sangat mirip dengan DSLR, namun yang membedakan, kamera ini tidak menggunakan cermin. Tidak adanya cermin tersebut membuat kamera mirrorless memiliki ukuran yang lebih kecil dan lebih ringkas dibanding kamera DSLR.
Kemampuan kamera mirrorless sudah dapat disetarakan dengan kamera DSLR level middle-end.
Bahkan sensor yang dimiliki kamera mirrorless pada umumnya berkategori 4/3. Sudah cukup mumpuni untuk mendekati kualitas hasil foto dari DSLR.
Untuk kisaran harga antara Rp 4 juta hingga di atas Rp 20 juta.
5. Action Camera
Perkembangan zaman membuat kecanggihan kamera semakin maju bahkan ukurannya yang semakin kecil dengan berbagai fitur dan kecanggihan.
Jika kalian memiliki hobi berpetualang mungkin Action Camera bisa jadi alternatif pilihan kalian. Salah satu produsen seperti GoPro menawarkan action camera yang tangguh, kecil, dan mudah dipasang pada helm, lengan, sepeda, dan lain-lain.
Salah satu fitur unggulannya adalah memiliki sudut lebar, fokus tetap, dan dapat mengambil gambar diam serta video dengan suara.
Seiring dengan berkembangnya teknologi, Action Camera mengalami perkembangan dan memiliki varian kamera digital 360.
Kamera ini mampu mengambil gambar atau video 360 derajat dengan menggunakan dua lensa back-to-back dan mengambil gambar pada saat yang bersamaan.
Kamera ini sudah dilengkapi dengan mode virtual reality, built-in stitching, Wi-Fi, dan Bluetooth.
Untuk kisaran harga Action Camera dan kamera 360 sekitar Rp 250 hingga di atas Rp 7 juta.
6. Bridge Camera (Prosumer)
Kamera prosumer jika dilihat dari bentuknya mirip dengan DSLR dan sedikit lebih besar dari kamera saku. Prosumer sendiri merupakan akronim dari professional and consumer.
Tetapi kamera berjenis point and shoot ini memiliki fitur yang lebih lengkap jika dibandingkan dengan compact digital.
Dari segi fitur, yang membedakannya dengan kamera saku antara lain adalah pengaturan exposure dan ISO secara manual. Kemampuan zoom-nya pun lebih mumpuni ketimbang kamera saku.
Beberapa orang menggunakan kamera jenis ini untuk memulai belajar fotografi. Karena, prosumer dianggap lebih praktis dan fungsional saat digunakan jika dibandingkan dengan kamera DSLR.
Untuk harganya berkisar antara Rp 1,5 juta hingga lebih dari Rp 3 juta.
7. Boutique Camera
Kamera berukuran kecil dengan desain klasik ini memiliki ukuran tidak lebih besar dari kamera saku. Meski kecil dan tampak lebih stylish kamera ini sangat powerfull dari compact camera.
Walaupun bentuknya ringkas, kamera butik sudah dilengkapi dengan sensor full frame dan kualitas yang tak perlu diragukan.
Bahkan, kemampuannya melebihi kamera DSLR. Meski tergolong canggih, kamera ini tetap memiliki kekurangan yakni dari segi harga yang cukup mahal. Sebuah kamera butik seperti Leica M9 bekas bisa dibandrol dengan harga sekitar Rp 35 juta. Sedangkan, harga Leica M Monochrome baru bisa mencapai lebih dari Rp 90 juta.
8. Kamera Medium Format
Kamera medium format biasanya digunakan untuk kepentingan komersial untuk memotret sebuah produk. Jenis kamera ini memiliki kualitas gambar yang sangat detail.
Dari sisi keunggulan dibandingkan kamera DSLR, kamera medium format memiliki ketajaman dalam menangkap detail objek yang dibidik.
Dengan kecanggihan tersebut tidak banyak orang yang memiliki kamera medium format. Selain lebih cocok untuk industri iklan harga kamera ini tergolong mahal.
Untuk harga bodi kamera medium format bekas dibandrol lebih dari Rp 50 juta.
Demikian beberapa jenis kamera yang dirangkum oleh tim foto kumparan, semoga bisa jadi alternatif referensi untuk kalian sebelum membeli kamera.
