Kumparan Logo
Video conference menggunakan Zoom
Video conference menggunakan Zoom.

Tips Video Conference Aman Agar Tak Diintip Orang

kumparanTECHverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Video conference menggunakan Zoom. Foto: Dok. Zoom
zoom-in-whitePerbesar
Video conference menggunakan Zoom. Foto: Dok. Zoom

Kegiatan video conference kini lazim dilakukan saat pandemi virus corona menyebar di Indonesia. Aplikasi video conference Zoom pun makin banyak dipakai pengguna, meski sekarang tengah disorot dunia soal masalah keamanannya.

Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) mengeluarkan panduan bagaimana memanfaatkan aplikasi video conference dengan aman. Diharapkan dengan mengikuti saran dari BSSN ini, video conference kamu dengan rekan kerja, teman, dan keluarga akan jauh lebih aman dan terhindar dari risiko peretasan.

Saat ini, pengguna Zoom banyak melaporkan video conference mereka sering disusupi dan diganggu orang asing. Fenomena ini dikenal dengan nama 'Zoombombing', suatu aksi serangan berupa gangguan dari luar yang membajak video converence di platform Zoom yang tengah berlangsung, dengan mengirim gambar porno atau ujaran kebencian beserta ancaman.

Google Hangouts Meet. Foto: Dok. Google

Selagi menunggu sisi perbaikan sistem keamanan dari Zoom, kamu bisa ikuti tips keamanan yang dikeluarkan oleh BSSN untuk memastikan penyelenggaraan video conference berlangsung efektif dan aman.

  1. Gunakan aplikasi video conference yang resmi atau berlangganan dan merupakan versi terbaru dan diunduh dari sumber resmi. Selain Zoom, ada juga aplikasi Google Meet, Skype, hingga WebEx.

  2. Gunakan aplikasi yang salah satunya memiliki fitur enkripsi, end-to-end encryption, private chat, link communication, atau sejenisnya dan dapat diaktifkan pada saat telekonferensi berlangsung.

  3. Pilih aplikasi yang memiliki fitur ‘pembatasan/restriction’ pada saat seluruh partisipan telah bergabung di video conference, untuk menghindari pengguna lain masuk tanpa ada konfirmasi terlebih dahulu.

  4. Pastikan ID, PIN, atau password selalu diperbarui dan diganti setiap pelaksanaan meeting. Untuk password yang kuat minimal 8 karakter kombinasi huruf besar kecil dan karakter khusus.

  5. Link, identitas, dan password meeting didistribusikan secara aman dan privat kepada partisipan, tidak secara publik.

  6. Pastikan Profile Name sesuai dengan ketentuan yang disepakati sehingga mempermudah untuk melakukan kontrol terhadap partisipan yang tergabung.

  7. Pastikan aplikasi video conference meminta izin ketika mengaktifkan kamera atau mikrofon, dan pastikan juga tidak ada permintaan akses kamera atau mikrofon yang tersembunyi.

  8. Lakukan kegiatan video conference di tempat atau ruangan yang situasinya kondusif.

  9. Tidak mengunggah tangkapan layar video conference yang menampilkan meeting ID, nama peserta atau informasi yang dianggap terbatas lainnya.

  10. Pastikan untuk menggunakan jaringan internet pribadi atau jaringan internet yang terpercaya (trusted). Tidak menggunakan jaringan internet publik atau yang terpasang di tempat-tempat umum, seperti kafe, mal, atau restoran.

  11. Sangat disarankan untuk menggunakan jaringan yang sudah dilengkapi dengan perangkat atau aplikasi Virtual Private Network (VPN) resmi/berlangganan.

Itulah panduan yang bisa kamu ikuti sebelum memulai video conference dengan berbagai aplikasi, seperti Zoom, Google Hangouts Meets, Skype, dan lain-lainnya. Khusus pengguna setia Zoom, kamu juga bisa ikuti tips amannya di artikel bawah ini.

kumparan post embed

***

kumparanDerma membuka campaign crowdfunding untuk bantu pencegahan penyebaran corona virus. Yuk, bantu donasi sekarang!