Kumparan Logo

Travis Kalanick Berambisi Jadi 'The Next Steve Jobs' di Uber

kumparanTECHverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
CEO Uber Travis Kalanick. (Foto: REUTERS/Danny Moloshok)
zoom-in-whitePerbesar
CEO Uber Travis Kalanick. (Foto: REUTERS/Danny Moloshok)

Sejak pekan lalu berita soal Uber diramaikan oleh usaha perusahaan mencari kandidat CEO baru. CEO Hewlett Packard Enterprise, Meg Whitman, dilaporkan sebagai salah satu kandidat kuat, tetapi dia segera merespons gosip itu dan berkicau di Twitter bahwa dia tidak menginginkan jabatan tersebut. Pemetaan bursa CEO Uber terus berubah, dan terus dibumbui oleh drama. Drama pertama adalah kekhawatiran mantan CEO Travis Kalanick yang mencoba kembali ke posisi tertinggi itu. Kalanick, digulingkan pada Juni lalu setelah ditekan oleh para investor lantaran segudang masalah yang tak mampu dia selesaikan di Uber. Sejumlah masalah itu adalah pelecehan seksual, ketidaksetaraan gender, dugaan kecurangaan persaingan bisnis, sampai dengan isu sengketa hukum. Informasi seputar ambisi Kalanick untuk kembali jadi CEO didapatkan oleh jurnalis senior Recode, Kara Swisher, dari sejumlah sumber terlibat dalam pencarian kepemimpinan Uber. Dalam artikelnya di Recode, Swisher menulis bahwa ada niat Kalanick untuk menjadi the next Steve Jobs (tetapi dalam versi Uber) dan oleh karenanya Swisher menjuluki aksi ini dengan "Steve Jobs-ing it." Steve Jobs diketahui pernah didepak oleh para investor yang tidak percaya kepadanya. Dia tetap berkarya dengan membangun perusahaan dan produk, dan akhirnya bisa kembali ke Apple untuk memimpin sejumlah revolusi organisasi dan produk. Kerja keras Jobs membuat Apple saat ini menjadi perusahaan paling bernilai di dunia.

Drama berikutnya adalah soal gender. Kepemimpinan puncak Uber tampaknya tidak akan diberi kepada seorang perempuan, kata seorang sumber. Dengan dikeluarkannya CEO Hewlett Packard Enterprise Meg Whitman dari bursa, maka mereka yang dibidik semuanya adalah laki-laki, dan semuanya saat ini menduduki posisi CEO. Sementara untuk jumlahnya, Swisher percaya ada empat kandidat kuat yang dipertimbangkan dewan direksi Uber. Di antara empat calon CEO itu, ada nama Jeff Immelt yang kini menjabat sebagai CEO General Electric. Immelt dikenal sebagai sisik yang baik dalam hal manajemen, tetapi kemampuannya di bidang teknologi digital, masih diragukan.