Twitter Minta Verifikasi Foto Selfie KTP Pengguna, Buzzer Akan Kehilangan Job?
·waktu baca 3 menit

Twitter yang kini berubah nama menjadi X tengah mengembangkan sistem pengecekan baru untuk para pengguna. Fitur ini bisa membuat buzzer terancam kehilangan pekerjaan.
Aplikasi milik Elon Musk itu tengah mengerjakan fitur verifikasi yang mengharuskan pengguna untuk mengunggah kartu identitas dari pemerintah (KTP untuk Indonesia). Fitur dibuat untuk mencegah akun bodong yang memakai identitas orang lain.
Media sosial macam Twitter memang kerap digunakan akun bodong atau buzzer untuk menggiring dan membangun opini publik. Istilah buzzer sendiri merujuk pada individu atau kelompok tertentu yang dibayar guna memanfaatkan akun media sosialnya untuk mempromosikan barang maupun jasa secara masif guna mendapatkan konversi penjualan, menarik minat pengikut, hingga membuat konten populer/viral.
Namun, belakangan, istilah buzzer kerap diletakkan pada agenda-agenda politik. Buzzer digunakan sebagai mesin untuk menyerang lawan politik dengan cara mengomentari unggahan yang sedang ramai diperbincangkan. Atau membuat konten berisi informasi hoaks dan menyesatkan, hingga cuitan ujaran kebencian.
Akun buzzer tersebut juga sering digunakan untuk menciptakan suatu framing, maupun propaganda di media sosial dengan sejumlah agenda khusus, dan potensial dapat menyajikan kegaduhan yang berujung pada pengaruhnya terhadap kendali persepsi publik.
Kehadiran mereka (buzzer) dinilai telah membuat iklim konten di media sosial jadi tidak sehat. Nah, hadirnya fitur verifikasi foto selfie KTP di X ini bisa membuat gerak buzzer terbatas. Sebab, fitur ini mengharuskan pengguna memverifikasi data menggunakan foto selfie KTP.
Adapun Fitur yang belum matang tersebut dibocorkan oleh pengembang aplikasi Nima Owji. Owji sendiri dikenal sering membocorkan fitur-fitur baru X yang belum dirilis. Dia sebelumnya menemukan lencana 'ID verified' di profil Musk pada awal Agustus 2023. Kini, Owji menemukan cara kerja dari ID verified.
"Verifikasi akun Anda dengan memberikan ID yang dikeluarkan pemerintah," katanya, seperti dikutip Engadget. "Ini biasanya memakan waktu sekitar 5 menit.
Anda harus upload foto kartu identitas dan mengambil foto selfie langsung.”
- Nima Owji -
X disebut bermitra dengan perusahaan Au10tix sebagai pihak ketiga dalam pengerjaan fitur verifikasi akun. Informasi yang ditemukan Owji menyebutkan data yang dibagikan akan dilihat oleh Au10tix dan X, dengan X akan menyimpan foto KTP termasuk data biometriknya selama 30 hari.
Ditambah, X bakal menggunakan data identitas yang diunggah pengguna untuk tujuan 'keselamatan dan keamanan, termasuk mencegah peniruan identitas.' Kendati begitu, Au10tix maupun X belum menanggapi kabar fitur verifikasi baru ini.
Bagaimanapun, X memang harus menjamin keamanan data pengguna jika fitur ini sudah diimplementasikan di platform media sosialnya. Sebab, tahun lalu Twitter pernah kecolongan, di mana lebih dari 5,4 juta data pengguna dibobol dan dijual di forum hacker. Data yang dicuri ini berisi username, nomor telepon hingga email yang terdaftar di Twitter—yang harusnya tidak dapat diakses.
