Twitter Mulai Beri Rekomendasi Akun yang Patut Di-unfollow

Twitter sedang menguji coba sebuah fitur yang akan membantu linimasa pengguna jadi lebih relevan. Fitur tersebut berfungsi untuk membuat daftar siapa saja yang harus di-unfollow para pengguna.
Menurut Head of Corporate Communications Twitter, Kristin Binns, salah satu cara membuat timeline Twitter jadi lebih sesuai dengan apa yang disukai pengguna ialah dengan berhenti mengikuti orang-orang yang tidak berhubungan secara terus-menerus.
"Kami menjalankan uji coba untuk akun orang yang tidak terlibat, dengan cara mengecek apabila mereka ingin melakukan unfollow," kata Binns, seperti dikutip dari Mashable.
Saat ini fitur tersebut baru duji coba ke beberapa pengguna Twitter. Jika kamu salah satu yang beruntung, maka kamu akan menemukan kolom bertuliskan "Control what's happening here". Jika kamu menekan tombol "Take a look" maka Twitter akan memberikan daftar orang-orang yang mungkin ingin kamu unfollow.
Berdasarkan screenshot dari orang yang mendapatkan uji coba fitur unfollow pengguna, memperlihatkan bahwa daftar akun unfollow berbeda-beda setiap penggunanya.
"Kami tahu bahwa orang-orang ingin hal yang relevan di timeline Twitter. Salah satu cara untuk melakukannya ialah dengan berhenti mengikuti otang-orang yang tidak berhubungan dengan mereka secara berkala," kata Twitter dalam sebuah pernyataan.
Fitur ini mengingatkan ke pengguna unsubscribe yang ada di Gmail. Jadi algoritma mendeteksi dengan cepat pengguna saat mereka tidak berhubungan dengan pengirim dalam jangka waktu tertentu.
"Sebaiknya pengguna bisa follow akun yang meningkatkan pengalaman mereka. Kalian tidak perlu follow semua orang untuk mengetahui apa yang terjadi. Pastikan bahwa kalian hanya follow orang yang membuat Twitter baik," ungkap Binns.

Fitur ini memang membantu pengguna untuk mendapatkan pengalaman yang lebih relevan dalam menggunakan Twitter. Terlebih menjelang Pemilu Presiden pada 2019 nanti, bisa jadi fitur ini sangat laris agar seseorang tidak menemukan konten yang menghujat calon presiden pilihannya. Tapi di sisi lain, fitur ini justru membuat seseorang tidak terpapar pendapat lain yang berseberangan dengan pemikirannya.
