Kumparan Logo

Uber Ditinggal Seorang Ahli Mobil Otonom

kumparanTECHverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Ilustrasi logo Uber (Foto: Toby Melville/Reuters)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi logo Uber (Foto: Toby Melville/Reuters)

Halaman muka media kembali dihiasi berita kurang baik dari perusahaan transportasi online Uber. Selain pemberitaan negatif, Uber juga akhir-akhir ini seperti akrab dengan kabar hengkangnya salah satu petinggi perusahaan. Hal ini terus berlanjut. Vice President of Global Vehicle Program Uber, Sherif Marakby, menjadi sosok berikutnya yang meninggalkan perusahaan. Marakby baru saja bergabung dengan Uber pada April 2016 lalu dari perusahaan otomotif Ford. Ia menangani proyek mobil otonom dari Uber di Pittsburgh, Amerika Serikat, dan memfokuskan keamanan berkendara, dengan menyebut bahwa kecelakaan lalu lintas adalah penyebab kematian terbesar anak muda. "Kendaraan otonom adalah salah satu hal yang paling menantang dalam karir saya, dan saya bersyukur telah berkontribusi untuk menjadi kendaraan masa depan yang aman bagi semua orang," kata Marakby dalam keterangan yang mengonfirmasi pengunduran dirinya, dilansir The Verge. Dalam pernyataan itu, sayangnya Marakby tidak menyebutkan apa alasan ia hengkang dari Uber, begitupun dari pihak perusahaan yang enggan menjelaskan kepergiannya. Marakby menambah daftar nama petinggi Uber yang pergi dari perusahaan, sebelumnya ada SVP of Engineering, Amit Singhal, Presiden Jeff Jones, dan Head of Communications and Policy, Rachel Whetstone. Baca juga: - Diduga Cekcok dengan CEO, Bos PR Uber Hengkang - Presiden Uber Mundur, Konflik dalam Perusahaan Terus Bergejolak - Petinggi Uber Mundur karena Tuduhan Pelecehan Seksual