Kumparan Logo

Uber Harus Kembalikan Dokumen Mobil Otonom Milik Google

kumparanTECHverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Kantor Uber di Queens, New York. (Foto: Brendan McDermid/Reuters)
zoom-in-whitePerbesar
Kantor Uber di Queens, New York. (Foto: Brendan McDermid/Reuters)

Pertarungan antara perusahaan transportasi online Uber dan Waymo, anak usaha Google yang menggarap teknologi mobil otonom, terus berlanjut di meja hijau. Google yang menuduh Uber telah mencuri teknologi mobil otonom miliknya kini berada di atas angin. Pengadilan San Francisco, California, AS, memerintahkan Uber untuk mengembalikan ribuan dokumen yang berasal dari Waymo, divisi mobil otonom Google. Jaksa Wilayah William Alsup mengeluarkan putusan pada Senin (15/5) waktu setempat, dengan mengatakan, "Waymo telah memberikan bukti jika mantan teknisinya. Anthony Levandowski, telah membawa ribuan dokumen dari perusahaan tersebut." Sebelum keluar dari Google, Levandowski dituduh mencuri dokumen milik perusahaan dan menciptakan sebuah startup mobil otonom bernama Otto, yang kemudian dibeli oleh Uber. Dokumen curian itu diyakini digunakan untuk mengembangkan teknologi mobil otonom. Baca juga: Uber Bantah Curi Teknologi Mobil Otonom Google Waymo

Mobil tanpa sopir milik Uber. (Foto: Uber via Twitter)
zoom-in-whitePerbesar
Mobil tanpa sopir milik Uber. (Foto: Uber via Twitter)

"Garis besar dari bukti ini menunjukkan Uber tetap menyewa Levandowski walau mengetahui ia memiliki 14 ribu dokumen rahasia Waymo," tulis Alsup. Sebagai konsekuensi putusan tersebut, Uber harus mengembalikan dokumen itu ke Waymo atau pengadilan sebelum akhir bulan Mei. Levandowski juga dilarang untuk terlibat pada proyek Uber dalam mengembangkan LiDAR (Light Detection and Ranging), sebuah teknologi sensor mobil otonom yang memadukan radar, kamera, sampai laser. Meski begitu, Uber masih bisa menggarap teknologi mobil otonom ke depannya, yang menjadi tujuan mereka untuk mengedarkan layanan mobil tanpa sopir nantinya. "Kami senang dengan keputusan pengadilan yang menghasilkan Uber masih bisa terus membangun dan mengembangkan semua teknologi mobil otonom, termasuk inovasi Lidar," ujar juru bicara Uber, dilansir BBC. Waymo sendiri baru saja mengumumkan kerja sama dengan perusahaan transportasi kompetitor Uber, yaitu Lyft. Keduanya akan sama-sama mengembangkan kendaraan otonom meski belum ada detail seperti apa kerja sama ini akan terjalin.