Ukraina Kembali Diserang Hacker, Targetkan Bandara dan Sistem Kereta

Serangan siber melanda bandar udara Odessa dan sistem kereta di Ukraina, Selasa (24/10). Tim Siber Tanggap Darurat (CERT) yang dimiliki oleh pemerintah langsung menyiagakan seluruh sistem transportasi di seluruh Ukraina untuk tetap waspada akan hadirnya serangan lanjutan.
Serangan siber tersebut berbentuk malware bernama “BadRabbit”. Ini bukan kali pertama Ukraina menjadi negara yang jadi target serangan siber di tahun 2017.
Sebelumnya, Ukraina juga pernah mendapatkan serangan siber pada awal tahun ini. Pemerintah Ukraina sebenarnya telah memprediksi terjadinya serangan siber kali ini, dan telah mengingatkan badan pelayanan publik di seluruh negeri untuk bersiap menghadapi serangan lain pada 13 Oktober lalu.
“Kami telah meminta kepada para pemiliki sistem komunikasi, segala sumber daya di bidang informasi, infrastruktur transportasi, dan para pengguna internet secara umum untuk menggunakan standar keamanan yang lebih ketat,” jelas CERT Ukraina seperti dilansir Reuters, (25/10).
Sementara itu, kepolisian siber dan kementerian infrastruktur Ukraina telah memberikan keterangan bahwa serangan siber kali ini tidak menyerang secara massal. Sistem bank sentral Ukraina, misalnya, tetap berjalan tanpa gangguan.
Bandara Odessa sendiri telah meningkatkan penjagaan dan keamanan karena kasus ini. Dalam laman Facebook-nya, Bandara Internasional Odessa mengaku bahwa “sistem informasi”-nya sempat berhenti bekerja karena malware ini.
Sedangkan, serangan siber ini mengganggu sistem pembayaran pada pada sistem kereta di Kiev. Belum ada penjelasan lanjutan sejauh mana dampak dari serangan siber tersebut.
Pada serangan sebelumnya, Ukraina menuding Rusia berada di balik serangan-serangan siber yang mengganggu negaranya. Meski begitu, Moskow selalu menampik tudingan tersebut.
