User TikTok Bisa Atur Berapa Banyak Konten FYP AI-Generated yang Mau Dilihat
·waktu baca 2 menit

TikTok, meluncurkan pengaturan baru yang memungkinkan pengguna memilih seberapa banyak konten buatan AI yang ingin mereka lihat di timeline FYP. Perusahaan juga memperkenalkan teknologi pelabelan canggih untuk setiap konten AI yang dibuat.
Kontrol konten yang dihasilkan AI (AIGC) ini diluncurkan pada tool “Kelola Topik.” Hal ini memungkinkan pengguna bisa memilih apa yang mereka mau lihat di TikTok.
"Kelola Topik memungkinkan pengguna menyesuaikan seberapa sering mereka melihat konten yang terkait dengan lebih dari 10 kategori seperti Tari, Olahraga, dan Makanan & Minuman," jelas TikTok dalam sebuah postingan blog dilansir Techcrunch.
"Pengaturan AIGC dimaksudkan untuk membantu pengguna menyesuaikan beragam konten di feed mereka, alih-alih menghapus atau mengganti konten di feed sepenuhnya."
Langkah ini diambil seiring perusahaan seperti OpenAI dan Meta mengadopsi feed khusus AI. Pada bulan September, Meta merilis Vibes, feed baru untuk berbagi dan membuat video pendek yang dihasilkan AI. Beberapa hari setelah peluncuran Meta, OpenAI merilis Sora, platform media sosial untuk membuat dan berbagi video yang dihasilkan AI.
Sejak Sora diluncurkan, video-video realistis hasil rekayasa AI telah diunggah ke TikTok. Selain itu, banyak pengguna TikTok memanfaatkan AI untuk menciptakan visual bagi unggahan tentang topik lain, seperti sejarah atau selebritas.
Adanya kontrol kendali konten buatan AI ini, membuat pengguna leluasa mengurangi atau memilih untuk melihat lebih banyak.
Pengaturan ini dapat diakses di menu Pengaturan. Selanjutnya pilih "Preferensi Konten", lalu klik opsi "Kelola Topik". Kamu dapat menggeser slider untuk berbagai topik, termasuk konten yang dihasilkan AI, untuk menyesuaikan seberapa sering kamu ingin lihat di feed FYP.
Perubahan ini akan diterapkan dalam beberapa minggu mendatang. Selain itu, TikTok juga sudah mewajibkan pengguna untuk memberi label pada konten realistis yang dihasilkan AI dan menggunakan teknologi lintas industri bernama Content Credentials dari C2PA. Cara kerjanya ialah menyematkan metadata ke dalam konten sehingga TikTok dan platform lain dapat mengetahui apakah konten tersebut dihasilkan AI atau tidak. Label ini dapat dihapus ketika konten diunggah ulang atau diedit di platform lain.
'Watermark tak terlihat' ini diharap dapat memberi lapisan perlindungan tambahan. Artinya, akan lebih sulit bagi orang lain untuk menghapusnya.
