Kumparan Logo

Vaksincom Ungkap 15 Serangan Ransomware Besar di 2025: Sasar Militer - Law Firm

kumparanTECHverified-green

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Logo Vaksincom. Foto: Thomas Bosco/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Logo Vaksincom. Foto: Thomas Bosco/kumparan

Lanskap keamanan siber Indonesia sepanjang tahun 2025 masih diselimuti awan gelap. Pakar keamanan siber dari Vaksincom, Alfons Tanujaya, mengungkap data mengejutkan terkait insiden ransomware yang berhasil terdeteksi. Vaksincom mencatat ada 15 serangan ransomware berskala besar yang berhasil membobol pertahanan siber di berbagai sektor vital.

Dalam pemaparannya dalam seminar ‘Evaluasi Malware 2025, Trend 2026 dan Antisipasinya’, Alfons menegaskan serangan tahun ini tidak pandang bulu. Komposisi korban terbagi rata antara sektor pemerintahan (government) dan swasta.

"Jika dilihat datanya, antara government dan swasta itu fifty-fifty (50:50). Tidak ada sektor yang benar-benar aman. Mulai dari logistik, media, hingga institusi militer dan firma hukum (Law Firm) semuanya menjadi target," ujarnya di Jakarta Pusat, Rabu (26/11).

Pakar Siber dan IT Vaksincom, Alfons Tanujaya, dalam seminar bertajuk Evaluasi Malware 2015, Trend 2026 dan Antisipasinya di Jakpus, Rabu (26/11/2025). Foto: Thomas Bosco/kumparan

Ancaman Fisik di Infrastruktur Vital

Salah satu temuan yang paling mengkhawatirkan adalah serangan terhadap Perumda Air Minum pada Februari 2025 oleh kelompok ransomware Funksec. Serangan ini tidak hanya mencuri data, tetapi berhasil mengambil alih sistem Supervisory Control and Data Acquisition (SCADA).

"Mereka berhasil masuk dan kuasai SCADA-nya. Ini berbahaya karena SCADA mengontrol aliran pipa dan otomasi. Jika dikuasai peretas, mereka bisa mematikan aliran air," jelas Alfons.

Ironisnya, akses ke sistem vital yang menyangkut hajat hidup orang banyak ini dilelang dengan harga murah oleh para peretas.

"Mereka menulis, 'We are selling the access to SCADA system with 1000 dollar in auction'. Hanya seribu dolar untuk mengontrol sistem air," tambahnya.

Kelalaian Fatal: Dibobol Dua Kali dalam Setahun

Data Vaksincom juga menyoroti lemahnya mitigasi pasca-insiden di salah satu BUMN sektor pupuk. Perusahaan tersebut tercatat mengalami dua kali serangan dalam satu tahun. Serangan pertama terjadi pada 14 April 2025 oleh Knight Spider yang mengambil 60 GB data.

Belum sempat berbenah total, perusahaan yang sama kembali dibobol pada 22 Oktober 2025, kali ini oleh kelompok ransomware berbeda bernama The Gentlemen.

"Ini contoh bahwa korban kadang tidak belajar. Sudah kena di bulan April, kena lagi di Oktober di sisi yang berbeda. Kelompok The Gentlemen ini memang 'juara' tahun ini, mereka berhasil menginfeksi tiga perusahaan besar termasuk sektor otomotif dan logistik," ungkap Alfons.

Rahasia Klien di Ujung Tanduk

Sektor swasta yang memegang kerahasiaan tinggi, seperti Firma Hukum (Law Firm), juga tidak luput dari serangan. Pada April 2025, sebuah Law Firm terkemuka diserang oleh kelompok Crypto24 yang berhasil menyandera 700 GB data internal dan klien.

Alfons memperingatkan kebocoran data di firma hukum memiliki dampak domino yang mengerikan. "Bayangkan jika data litigasi, strategi hukum, atau rahasia klien bocor. Ini bisa menghancurkan reputasi dan posisi tawar klien dalam kasus yang sedang berjalan," tegasnya.

Ilustrasi ransomware. Foto: Shutterstock

Adapun berikut rincian berdasarkan temuan serangan ransomware berskala besar yang tercatat temuan Vaksincom:

Januari 2025

13 Januari 2025

  • Lembaga/Sektor: IoT (pemerintah)

  • Ransomware: Dragonforce

  • Data yang Dieksploitasi: 362 GB data perusahaan

28 Januari 2025

  • Lembaga/Sektor: Media Nasional (swasta)

  • Ransomware: Inc Ransom

  • Data yang Dieksploitasi: kontrak, informasi rahasia, data keuangan, data personal karyawan

Februari 2025

14 Februari 2025

  • Lembaga/Sektor: PERUMDA Air Minum (Pemerintah)

  • Ransomware: Funksec

  • Data yang dieksploitasi: Akses SCADA sistem kontrol air minum

25 Februari 2025

  • Lembaga/Sektor: Militer (Pemerintah)

  • Ransomware: Apt73

  • Data yang dieksploitasi: database lengkap personil tentara termasuk nama, NIP, jabatan, nomor HP, alamat lengkap

Maret 2025

4 Maret 2025

  • Lembaga/Sektor: Situs Komunitas (Pemerintah)

  • Ransomware: Funksec

  • Data yang dieksploitasi: data kependudukan, nomor telepon, akun Gmail, rekening bank

April 2025

8 April 2025

  • Lembaga/Sektor: Law Firm (Swasta)

  • Ransomware: Crypto24

  • Data yang dieksploitasi: 700 GB data internal dan client

14 April 2025

  • Lembaga/Sektor: Perusahaan Pupuk (Pemerintah)

  • Ransomware: Nightspire

  • Data yang dieksploitasi: 60 GB data client, negosiasi, kontrak kerja, kasus hukum

Agustus 2025

25 Agustus 2025

  • Lembaga/Sektor: Air Transport (Swasta)

  • Ransomware: Warlock

  • Data yang dieksploitasi: Kontak bisnis, MOU, invoice & pembayaran, bukti transfer bank, rute jadwal charter operation dan internal approval documents

September 2025

9 September 2025

  • Lembaga/Sektor: Perusahaan Logistik (Swasta)

  • Ransomware: The Gentlemen

  • Data yang dieksploitasi: Data operasional, ekspos data SDM dan internal, kerusakan sistem dan gangguan operasional, kebocoran data konsumen

28 September 2025

  • Lembaga/Sektor: Dompet Digital (Swasta)

  • Ransomware: Killsec3

  • Data yang Dieksploitasi: Data kependudukan, selfie dengan KTP, data NPWP

Oktober 2025

3 Oktober 2025

  • Lembaga/Sektor: Otomotif / Sparepart (Swasta)

  • Ransomware: The Gentlemen

  • Data yang dieksploitasi: Data produksi, data manufakturing, data engineer CAD, technical drawing, dokumen design, internal memo, data IT penting seperti diagram network, konfigurasi, backup

10 Oktober 2025

  • Lembaga/Sektor: Distribusi BBM (Pemerintah)

  • Ransomware: Killsec3

  • Data yang dieksploitasi: PO, Data vendor, NPWP, rekening bank, dokumen bisnis penting

13 Oktober 2025

  • Lembaga/Sektor: Dunia Wholesale Building (Swasta)

  • Ransomware: Nova

  • Data yang dieksploitasi: 5,4 GB data logistik, keuangan

22 Oktober 2025

  • Lembaga/Sektor: Pupuk (Pemerintah) — Serangan Kedua

  • Ransomware: The Gentlemen

  • Data yang dieksploitasi: Dokumen rapat, negosiasi, identitas pekerja, dokumen legal dan notaris, invoice, mengungkapkan rahasia perusahaan seperti jenis dan jumlah mesin, kemampuan produksi

27 Oktober 2025

  • Lembaga/Sektor: Travel Agent (Swasta)

  • Ransomware: Crypto24

  • Data yang dieksploitasi: 500 GB data rahasia perusahaan disebarkan