Vibrator Canggih Bakal Ramaikan Pameran Teknologi CES 2020

Teknologi mainan seks macam vibrator Osé Robotic Massager dipastikan kembali hadir di ajang Consumer Electronics Show (CES) 2020, yang akan berlangsung pada Januari 2020 mendatang. Sempat menuai kontroversi pada pameran edisi 2019, vibrator canggih bakal dipamerkan dalam kategori inovasi kesehatan.
Lora DiCarlo, perusahaan pencipta alat tersebut, mengumumkan sendiri kabar tersebut.
“Kami sangat senang mengumumkan bahwa Lora DiCarlo akan melantai di CES 2020 untuk area kesehatan yang kini juga sudah mencakup teknologi seks,” kata Lora DiCarlo, seperti dilansir CNET. “Kami optimis bahwa ini adalah langkah menuju jalan yang benar.”
Perusahaan teknologi lain yang telah lebih dari 10 tahun selalu hadir dalam ajang CES, Lioness, menyambut senang kehadiran Lora DiCarlo dalam meramaikan teknologi seks di pameran teknologi.
“CES telah menjadi penjaga gerbang bagi pers, retailer, dan investor untuk melihat hal-hal inovatif," kata CEO Lioness, Liz Klinger. "Sangat menyenangkan melihat inovasi di bidang ini mendapatkan pengakuan yang layak."
Sebelumnya, Osé Robotic Massager buatan Lora Dicarlo perah meraih salah satu penghargaan produk inovasi alias Innovation Awards di CES 2019 pada Januari 2019, namun gelar itu dicabut karena produk dinilai cabul. Empat bulan kemudian, penghargaan tersebut kembali diberikan.
Insiden pencabutan penghargaan itu tentu saja menimbulkan permasalahan diskriminasi soal teknologi apa saja yang boleh dan tidak boleh dihadirkan di ajang pameran teknologi terbesar itu. Consumer Technology Association (CTA), selaku pihak penyelenggara pameran mengatakan, bahwa mereka menerima itu menjadi sebuah kritikan.
Pengumuman hadirnya alat bantu seks ini menjadi kabar baik bagi para inovator sebagai tanda keberagaman berbagai inovasi yang diluncurkan. Meski begitu, ada aturan yang lebih ketat yang harus disiapkan oleh para penyelenggara.
CTA ke depannya melarang peserta pameran untuk menggunakan pakaian yang tidak senonoh. Pihak penyelenggara tidak akan segan-segan untuk menghukum pihak manapun yang melanggar aturan tersebut dengan meletakkan stan atau booth teknologi di tempat-tempat yang tidak terlalu terekspos.
Aturan itu berlaku untuk mitra dan peserta. CTA juga akan memberlakukan larangan terhadap materi pornografi apa pun.
Dalam beberapa tahun terakhir, pernah ada demo tidak resmi yang menunjukkan pengalaman porno secara virtual reality (VR) atau robot penari telanjang. Tentu aturan itu akan sulit untuk ditegakkan, jika tidak ada sanksi bagi para pelanggar hukum.
