Kumparan Logo

Video Porno untuk Balas Dendam dan Maraknya Jasa Hapus Nama di Google

kumparanTECHverified-green

clock
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi pornografi. (Foto: Shutterstock)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi pornografi. (Foto: Shutterstock)

Hubungan asmara tidak selalu berakhir bahagia. Ada yang berakhir drama. Ada juga yang berakhir balas dendam. Saking dendamnya, ada mantan pacar yang tega mengunggah video hubungan badan mereka ke Internet dengan tujuan membuat malu mantan pasangan.

Setidaknya itu dialami oleh seorang perempuan berusia 30 tahun dari Harlem, New York, yang pada awal tahun 2017 ini meminta perusahaan mesin pencari Google, Yahoo, dan Bing, untuk menghapus namanya dari produk masing-masing.

Perempuan yang tidak disebut namanya ini sudah putus dengan mantan pacarnya selama hampir dari setahun. Hubungan itu tidak berakhir baik, karena si pria menyebar video erotis yang dibuat saat keduanya masih berpacaran.

Si perempuan ini tidak senang dengan tindakan tersebut. Tapi apa daya, nama dan videonya sudah tersebar ke mana-mana. Dengan mengetik nama yang tepat di mesin pencari Google, segala informasi tentangnya akan terpampang. Hal macam ini mungkin berpengaruh ke nama baik seseorang.

Karenanya, korban dengan pengacaranya mengajukan gugatan kepada tiga perusahaan mesin pencari. Darius Maxwell Fisher, bos dari sebuah perusahaan manajemen reputasi, berkata bahwa pihaknya tidak meminta agar nama kliennya dihapus sepenuhnya dari hasil mesin pencari, melainkan untuk menginduksi kata-kata yang membentuk namanya.

Google, Yahoo, dan Bing, sebenarnya telah memiliki mekanisme tersendiri soal revenge porn atau menyebar konten pornografi untuk balas dendam.

Google, sebagai raja dari mesin pencari konten di Internet, sejatinya bisa menghapus hasil penelusuran tersebut jika diminta. Sayang, mereka masih kesulitan untuk menghapus informasi tertentu, seperti misalnya foto, tautan profil, atau laman web. Itu sebabnya mereka menyarankan menghubungi sumber situs penayang informasi tersebut yang bisa menghapusnya.

Jika mengontak satu per satu situs web penyaji informasi ini dirasa merepotkan, sebenarnya ada cara lain yang bisa ditempuh, tetapi harus menyiapkan dana yang lumayan besar. Apalagi kalau bukan memakai "jasa perusahaan penghapus informasi dari Internet."

Ilustrasi Revenge Porn (Foto: cyberbullying.org)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Revenge Porn (Foto: cyberbullying.org)

Jasa Hapus Nama di Internet

Di China, dilaporkan sudah ada 30 perusahaan yang menawarkan layanan seperti itu. Dua perusahaan yang sudah terkenal antara lain Yage Times dan Taobao. Dengan membayar sekitar 13.000 yuan atau Rp 26,6 juta, pengguna dijamin namanya bakal bersih dan terbebas dari informasi negatif di Internet.

Selain itu ada juga Abine asal AS dengan layanannya yang dinamakan DeleteMe. Jika berlangganan selama satu tahun dengan harga sekitar 130 dolar AS, Abine mampu menemukan dan menghapus semua informasi pribadi kamu.

Di Indonesia sendiri, dilaporkan sudah ada sejumlah perusahaan yang menyediakan jasa ini, namun mereka belum secara terang benderang mempromosikan jasanya. Bisnis ini masih berjalan di bawah tanah dan sudah ada sejumlah warga yang memakai jasanya.

Dari pantauan kumparan (kumparan.com), diketahui ada sebuah perusahaan asal Tangerang yang memberi layanan macam ini. Mereka sebenarnya memberi layanan search engine optimization (SEO), dan secara bersamaan juga menyediakan jasa menghapus konten negatif khusus di Google karena ini adalah mesin pencari terfavorit. Perusahaan tersebut tidak menyebutkan berapa tarif yang dibutuhkan untuk jasanya.

Jika hendak menutupi citra negatif di Internet secara alamiah, langkah yang bisa dilakukan adalah dengan menambah konten rekam jejak positif secara terus-menerus. Jika langkah ini dilakukan secara konsisten, data lama yang buruk dapat perlahan tertutupi oleh informasi baru yang positif.