Tekno & Sains
·
3 Maret 2021 14:47

Viral Aplikasi Deepfake MyHeritage, Bisa Bikin Foto Orang Jadul Jadi Hidup

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Viral Aplikasi Deepfake MyHeritage, Bisa Bikin Foto Orang Jadul Jadi Hidup (282328)
searchPerbesar
Deepfake hasil MyHeritage. Foto: MyHeritage
Perkembangan deepfake dalam beberapa tahun terakhir membuat banyak orang mengantisipasi hilangnya batas antara yang nyata dan yang palsu. Namun, ternyata ada perusahaan yang justru merayakan teknologi deepfake itu untuk sekadar nostalgia dan senang-senang.
ADVERTISEMENT
Baru-baru ini, sebuah aplikasi deepfake bernama MyHeritage tengah naik daun di media sosial Twitter. Aplikasi tersebut sebenarnya punya konsep yang sederhana, di mana mereka bisa menghasilkan gerak pada foto orang-orang jadul yang diunggah pengguna.
Menariknya, MyHeritage pada awalnya merupakan platform pengecek keturunan keluarga. Layanan utama mereka sebelumnya adalah pengujian DNA untuk melacak asal-usul leluhur pengguna.
Namun, sejak akhir Februari 2021 lalu, mereka memperkenalkan fitur baru dalam platform-nya yang disebut "Deep Nostalgia." Teknologi bertenaga kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) ini akan memproses foto orang jadul dan membuat orang di dalamnya bergerak.
Viral Aplikasi Deepfake MyHeritage, Bisa Bikin Foto Orang Jadul Jadi Hidup (282329)
searchPerbesar
Tampilan website MyHeritage. Foto: Screenshot website MyHeritage
“Beberapa orang menyukai fitur Deep Nostalgia dan menganggapnya ajaib, sementara yang lain menganggapnya menyeramkan dan tidak menyukainya. Memang, hasilnya bisa jadi kontroversial dan sulit untuk tetap acuh tak acuh pada teknologi ini,” kata perusahaan dalam halaman situs web resminya.
ADVERTISEMENT
“Kami mengundang Anda untuk membuat video menggunakan fitur ini dan membagikannya di media sosial untuk mengetahui pendapat teman dan keluarga Anda. Fitur ini ditujukan untuk penggunaan nostalgia, yaitu menghidupkan kembali leluhur tercinta.”
Teknologi deepfake sering digunakan untuk membuat wajah palsu dari dua orang yang berbeda dalam sebuah video dengan mulus. Namun, deepfake yang dihasilkan MyHeritage hanya ditujukan khusus untuk menggerakkan orang dalam foto diam secara otomatis.
Untuk membuat fitur deepfake khusus orang jadul itu, MyHeritage bermitra dengan perusahaan deepfake asal Israel bernama D-ID. Sebelumnya, D-ID telah membuat algoritma yang mampu memproses gerakan dari foto lama.
Di situs MyHeritage, tokoh-tokoh bersejarah seperti Ratu Victoria berhasil “dihidupkan” kembali. Pada pertengahan Februari 2021, perusahaan juga pernah memamerkan video Abraham Lincoln di YouTube menggunakan teknologi tersebut.
ADVERTISEMENT
Sebagian pengguna MyHeritage juga mengunggah tokoh terkenal asal Indonesia hasil deepfake bikinan aplikasi. Salah satunya adalah Soekarno.
Berikut hasil foto deepfake orang jadul dari MyHeritage. Bisa dibilang, hasilnya cukup mencengangkan dan sedikit 'creepy'.
Meski demikian, masih ada batasan teknologi deepfake dari MyHeritage. Contohnya, jika ada lebih dari satu orang di foto jadul yang diunggah, AI deepfake hanya dapat menggerakkan satu orang saja.
Selain itu, animasi dibatasi pada kepala, wajah, dan leher. Jadi, kamu enggak bisa berharap untuk lihat kakek atau nenek kamu lompat-lompat dan lari di foto jadul mereka lewat fitur ini.
Untuk menggunakan Deep Nostalgia, kamu cuma perlu daftar lewat situs web atau aplikasi MyHeritage. Pengguna terdaftar juga bisa langsung menjajalnya di tautan ini: myheritage.com/deep-nostalgia.
ADVERTISEMENT
Pilih opsi animate photo dan unggah foto orang jadul yang mau kamu bikin bergerak. MyHeritage sejauh ini menggratiskan layanan mereka, tapi kamu bakal mendapatkan watermark di sisi kanan bawah dari hasil gambar yang bergerak.
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020