Viral Curhatan Mantan Karyawan YouTube Dipecat saat Dinas Luar Kota
·waktu baca 3 menit

Kalau kamu lagi sedih kena PHK, kamu enggak sendirian. Ada jutaan orang yang saat ini mengalami hal yang sama. Salah satunya adalah Kimberly Diaz, mantan karyawan YouTube yang kena dampak PHK massal Google.
Beberapa waktu lalu, Google memang mengumumkan adanya pemutusan hubungan kerja (PHK) besar-besaran. Total ada 12.000 karyawan yang kena PHK atau 6% dari total seluruh karyawan Google. Diaz yang merupakan kreator kecantikan di TikTok adalah salah satunya.
Dalam profil di LinkedIn, Diaz bergabung dengan Google pada 2018 sebagai pekerja magang. Pada 2021 Diaz dipromosikan menjadi Global Partner Lead, Retail, Fashion & Branded Apparel yang bertanggung jawab sebagai penghubung antara pengiklan dan YouTube. Saat ini profil Diaz di LinkedIn adalah “ex-YouTube” dan “ex-Google”.
Dalam video yang diunggah di TikTok dan telah ditonton jutaan orang, Diaz menceritakan bagaimana pemecatan itu terjadi, tepatnya ketika dia melakukan perjalanan bisnis ke Florida, Amerika Serikat. Di sana, Diaz berencana bertemu dengan seorang klien. Sehari sebelum bertemu klien, dia mendapat jamuan makan malam bersama Chief Marketing Officer perusahaan.
Keesokan harinya, Diaz bangun jam enam pagi untuk mempersiapkan meeting. Namun, tanda-tanda kabar buruk mulai terlihat hilalnya. Semua akun miliknya tak bisa masuk ke sistem perusahaan dan telah diblokir. Sepuluh menit kemudian, ‘surat cinta’ menyakitkan itu datang. Diaz mendapatkan kabar dari Google bahwa dia sudah dinonaktifkan. Ya, Diaz di-PHK.
Meski ada banyak jadwal bisnis yang harus dilakukan di Florida selama beberapa hari ke depan, Diaz memutuskan untuk pulang lebih cepat ke New York. Tapi masalah baru muncul. Karena semua akses perusahaan sudah diblokir, jadwal pulang ke New York juga tak bisa diubah. Sudah jatuh, tertimpa tangga.
“Hal terakhir yang ingin saya lakukan adalah duduk di bandara Fort Myers, Florida sampai penerbangan saya pukul 6 sore,” katanya seperti dikutip Insider. “Saya diblokir dari segalanya, saya tidak dapat mengubah penerbangan menggunakan sistem perusahaan.”
Di dalam kesulitan pasti ada kemudahan, saat itu tiba-tiba ada rekan kerjanya yang tidak di-PHK membantunya untuk membeli jadwal penerbangan ke New York sehingga Diaz bisa pulang lebih awal.
Dalam video lain Diaz mengatakan, keputusan perusahaan memecat dirinya cukup mengejutkan. Sebab, seminggu sebelumnya direktur perusahaan sempat memuji timnya karena semua target telah tercapai.
Diaz bukan satu-satunya mantan karyawan Google yang mengeluhkan cara PHK yang tiba-tiba dan impersonal. Beberapa veteran perusahaan yang telah bekerja lebih dari satu dekade di Google juga mengeluhkan hal sama.
Justin Moore, insinyur Google yang telah mendedikasikan dirinya selama 16 tahun ke perusahaan mengkritik keras raksasa teknologi tersebut. Di LinkedIn, Justin menyebut Google sebagai perusahaan teknologi yang “tak berwajah”.
Sementara Jeremy Joslin, insinyur perangkat lunak Google yang sudah bekerja selama dua dekade menulis di LinkedIn bahwa pemecatan yang dilakukan perusahaan sebagai “tamparan di muka”.
